kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Bungkil kedelai juga pengaruhi harga pakan ternak


Selasa, 17 Juni 2014 / 22:55 WIB
ILUSTRASI. Penyebab kenapa fitur baru quite mode di Instagram tidak muncul.


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Tingginya harga pakan ternak yang mencapai Rp 7.000 per kilogram (kg) untuk ayam broiler, dan Rp 6.000 per kg untuk ayam layer atau petelur tidak hanya diakibatkan oleh tingginya harga jagung.

Sudirman Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) mengatakan, salah satu faktor pendukung lain yang menyebabkan kenaikan harga pakan tersebut adalah tingginya harga bungkil kedelai.

Catatan saja, saat ini baik dari lokal maupun impor, harga bungkil kedelai dihargai US$ 700 per ton. Di pasar lokal, harga bungkil kedelai tersebut merupakan rekor tertinggi sepanjang 40 tahun terakhir. "Tingginya harga bungkil kedelai impor tersebut karena transportasi dari Argentina terhambat karena demo buruh sehingga pengiriman terlambat," kata Sudirman, Selasa (17/6).

Industri pakan ternak sendiri diperkirakan akan terus meningkat. Sudirman mencatat, setidaknya dalam lima tahun kedepan kapasitas terpasang industri pakan ternak ini akan bertambah sebanyak 5 juta ton menjadi sekitar 25 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×