kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Buyung Poetra (HOKI) Fokus Perkuat Pengembangan Produk FMCG pada 2026


Selasa, 23 Juni 2026 / 18:40 WIB
Buyung Poetra (HOKI) Fokus Perkuat Pengembangan Produk FMCG pada 2026
ILUSTRASI. PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) mempertegas arah transformasi bisnisnya dengan memperkuat fokus pada sektor fast moving consumer goods (FMCG) (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Emiten beras PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) semakin mempertegas arah transformasi bisnisnya dengan memperkuat fokus pada sektor fast moving consumer goods (FMCG) pada tahun ini. Langkah ini dilakukan sebagai upaya diversifikasi dari bisnis beras konvensional yang selama ini menjadi core business perusahaan.

Corporate Secretary Buyung Poetra Sembada, Victor R Lanes, menjelaskan bahwa perusahaan tengah mengembangkan lini produk FMCG melalui beras sehat dan nasi instan yang didistribusikan lewat anak usaha PT Hoki Distribusi Niaga (HDN).

Sejumlah produk baru juga sedang disiapkan untuk memperkuat portofolio, di antaranya Hoki Gohan dan Topi Koki Royal.

"Sebagai alternatif diversifikasi dari bisnis beras konvensional di tengah fluktuasi harga bahan baku, kami memulai transformasi menjadi perusahaan FMCG," katanya dalam agenda paparan publik secara virtual, Selasa (23/6/2026).

Transformasi ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan bisnis HOKI di tengah volatilitas harga bahan baku pertanian yang kerap menekan margin usaha.

Ekspansi Produk Pangan Sehat

Upaya pengembangan FMCG HOKI sejatinya telah dimulai sejak 2022 melalui peluncuran brand Dailymeal. Hingga saat ini, Dailymeal memiliki lima jenis produk yang terbagi dalam dua segmen utama.

Segmen pertama adalah beras sehat, yang mencakup nasi singkong, nasi jamu, beras merah, dan cassava rice. Sementara segmen kedua adalah beras japonika yang menyasar pasar premium.

"Kami juga baru saja meluncurkan instant rice yang semakin memperluas portfolio produk di bisnis FMCG," ujar Victor.

Baca Juga: Harga DMO Batubara Direvisi Naik, Begini Dampaknya ke PLN dan APBN

Dengan penambahan produk baru tersebut, HOKI berupaya memperkuat posisi di pasar makanan sehat dan praktis yang terus berkembang di Indonesia.

Pembangunan Pabrik Baru di Jawa Tengah

Untuk mendukung ekspansi bisnis FMCG, HOKI juga telah membangun pabrik baru di Jawa Tengah yang difokuskan untuk produksi pangan sehat. Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2026, dengan realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 15 miliar.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat efisiensi rantai pasok perusahaan di sektor makanan olahan.

Penguatan Distribusi dan Pemasaran Digital

Dari sisi pemasaran, HOKI memperluas jaringan distribusi melalui kanal perdagangan modern serta memperkuat penetrasi digital.

"Kami terus berkembang melalui kemitraan dengan pihak ketiga, baik di toko offline maupun online," imbuhnya.

Selain itu, perusahaan juga meningkatkan strategi pemasaran berbasis edukasi konsumen melalui kampanye iklan. HOKI berencana menggandeng key opinion leader (KOL) dan influencer untuk meningkatkan kesadaran merek (brand awareness) produk Dailymeal.

Kinerja Keuangan Kuartal I-2026

Berdasarkan laporan keuangan, HOKI mencatatkan pertumbuhan penjualan yang signifikan pada kuartal I-2026. Penjualan naik 46,7% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 536 miliar, dari sebelumnya Rp 365 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Manajemen menyebut lonjakan ini ditopang oleh meningkatnya permintaan beras pada momentum Ramadan dan Lebaran di awal tahun.

Namun demikian, dari sisi laba bersih, perusahaan masih membukukan kerugian sebesar Rp 31,2 miliar, meningkat dibandingkan rugi bersih Rp 26,24 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Tekanan Margin akibat Harga Gabah Tinggi

Direktur Buyung Poetra Sembada, Budiman Susilo, menjelaskan bahwa tekanan margin masih terjadi akibat tingginya harga gabah sejak tahun lalu.

"Kalau harga gabah normalnya berkisaran antara Rp 6.500 sampai dengan 7.000 (per kilogram) gitu ya, tapi kebanyakan di 2025 itu harga gabah berada di atas itu," ujarnya.

Selain harga bahan baku utama, kenaikan biaya kemasan dan ongkos logistik juga turut menekan profitabilitas perusahaan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri mengingat pasokan gabah HOKI berasal dari berbagai daerah, termasuk Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan.

Distribusi lintas wilayah tersebut membuat biaya transportasi menjadi komponen penting dalam struktur biaya operasional perusahaan.

Prospek dan Arah Pengembangan 2026

Sepanjang 2026, HOKI berfokus pada penguatan transformasi bisnis melalui pengembangan produk FMCG, modernisasi teknologi operasional, serta penguatan strategi pemasaran digital.

Perusahaan juga menegaskan komitmennya dalam memperkuat kemitraan berkelanjutan dengan petani lokal sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku sekaligus mendukung ekosistem pertanian nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×