kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

Cadangan minyak Indonesia hanya tersisa 12 tahun


Senin, 16 Desember 2013 / 19:53 WIB
ILUSTRASI. Anak Usaha Martina Berto (MBTO) Mendapat Kontrak dari Perusahaan Multinasional


Reporter: Rr Dian Kusumo Hapsari | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Wakil Direktur Reforminer Institute Komaidi Notonegoro memprediksi, dalam waktu kurun 12 tahun Indonesia akan kehabisan cadangan minyak. Hal ini jika pemerintah tidak dapat menemukan cadangan minyak yang baru. Pasalnya, konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia terus meningkat.

"Cadangan minyak di Indonesia kian hari menipis akibat konsumsi BBM terus meningkat. Saat ini cadangan minyak kita hanya 3,7 miliar barel dan angka tersebut hanya 0,3% dari cadangan minyak global," tutur Komaidi Senin (16/12) saat menjadi pembicara dalam Pertamina Energy Outlook 2014 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta.

Komaidi mengungkapkan, apabila pemerintah tidak turut campur tangan mencari cadangan minyak baru, maka dalam waktu 12 tahun maka Indonesia tidak akan lagi memiliki sumber  minyak.

Komaidi sangat menyayangkan tindakan pemerintah yang sampai saat ini masih memberikan subsidi Bahan Bakar Minyak kepada masyarakat.

Padahal, produksi minyak di Indonesia saat ini hanya mampu memproduksi 830 ribu barrel per hari. Di sisi lain, Indonesia membutuhkan minyak 1,2 juta barrel per hari.

Hal itulah yang membuat Indonesia selalu mengalami defisit minyak dan mengharuskan melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Karena itu, kata Komaidi, untuk menanggulangi permasalahan konsumsi BBM, pemerintah harus mencari solusi yang matang. Hal ini agar ketergantungan Indonesia terhadap minyak impor bisa ditekan.

“Untuk mengatasi hal ini yang harus benar-benar diperhatikan itu tujuan yang utama entah short term atau long termnya harus dipikirkan masak-masak," pintanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×