kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

CAMP meraih kenaikan laba bersih 30% menjadi Rp 43 miliar,


Kamis, 08 November 2018 / 18:43 WIB
ILUSTRASI. Varian Rasa Baru Es Krim Campina


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Pintar berefisiensi menyebabkan PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) mampu meraih pertumbuhan laba bersih di sembilan bulan pertama tahun ini. Meski dari segi pendapatan terjadi perlambatan pertumbuhan.

Mengulik laporan keuangannya, pendapatan bersih perseroan sampai triwulan ketiga tahun ini turun 2,7% menjadi Rp 717 miliar, dimana pada periode yang sama tahun lalu Rp 737 miliar. 

Adji Andjono, Direktur Marketing perseroan mengatakan di kuartal ketiga kemarin perseroan mengalami sedikit problem, dimana ada keterlambatan pengiriman khususnya usai lebaran tiba.

"Namun dari bottomline kami mampu tingkatkan berkat efisiensi baik dari segi manajemen maupun marketing," katanya kepada Kontan.co.id, Kamis (8/11).

Dia mengaku manajemen perusahaan lebih berhemat dalam belanja marketingnya, sehingga tidak memborbardir dengan banyak iklan yang kurang efektif.

Adapun beban pokok penjualan CAMP sampai kuartal tiga 2018 tercatat naik 5,2% year on year (yoy) menjadi Rp 300 miliar, hasilnya laba kotor turun 7,7% menjadi Rp 416 miliar. Namun beban keuangan perseroan mampu dipangkas 72% dari Rp 36 miliar di triwulan ketiga tahun lalu menjadi Rp 10 miliar di periode yang sama tahun ini.

Sehingga laba bersih melejit 30% menjadi Rp 43 miliar, dimana sebelumnya hanya Rp 33 miliar saja. Melihat pasar es krim yang kian kompetitif, Adji masih melihat ada sisi positif yang didapat.

"Pasar es krim semakin berkembang sementara konsumsi nasional masih kurang, ini kesempatan untuk produsen mempenetrasi market," tuturnya. 

Mengenai proyeksi sampai akhir tahun, Adji mengatakan perseroan tak muluk-muluk cukup menutup 2018 ini dengan pertumbuhan kisaran 3%-4% saja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×