kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

CNKO mulai ekspor batubara ke China dan India


Selasa, 17 September 2013 / 10:23 WIB
CNKO mulai ekspor batubara ke China dan India
ILUSTRASI. Robert Budi Hartono, konglomerat dari Grup Djarum. /Swa-Repro


Reporter: Agustinus Beo Da Costa | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) melalui sister company, PT Cenko Prima Ferro International (CPFI), mulai mengekspor batubara ke China dan India. Direktur CNKO Novriaty Sibuea mengungkapkan, batubara yang diekspor merupakan batubara kalori rendah (low rank) 4200 Kcal/kg (GAR).

Sejauh ini, Novriaty mengungkapkan, pihaknya telah melakukan dua pengapalan batubara ke China. Pengapalan pertama sebanyak 50.000 MT untuk Apple Commodities Limited pada Juli 2013 lewat pelabuhan Muara Satui, Kalimantan Selatan. Pengiriman kedua akan ditentukan berdasarkan kesepakatan kedua pihak setelah pihak pembeli menerima pengiriman yang pertama.

Sementara itu, pengiriman kedua untuk Trammo AG telah dilangsungkan pada periode 25 Juli 2013-5 Agustus 2013 lewat pelabuhan yang sama. Jika paket batubara yang diterima pembeli memenuhi ketentuan, akan ada tambahan pengiriman 2 kargo sebesar masing-masing 50.000 MT yang akan disepakati kedua pihak. "Harga yang ditetapkan dalam kontrak adalah US$ 42,50/MT," ujar Novriaty dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (16/9).

Batubara yang diekspor berasal dari site Bantuas di Samarinda Timur, Kalimantan Timur. Penambangan di tambang seluas 175 Ha milik PT Mutiara Etam Coal (MEC) tersebut dilakukan oleh PT Multi Guna Laksana (MGL), sister company CNKO di bidang kontraktor pertambangan dan pelabuhan khusus batubara di Kalimantan.

"Saat ini, produksi rata-rata di tambang Bantuas sebanyak 30.000 MT per bulan. Mulai Januari 2014, produksi akan ditingkatkan menjadi 100.000 MT per bulan," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×