kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Dampak perbaikan komoditas teh mulai terasa di 2018


Senin, 09 April 2018 / 18:16 WIB
ILUSTRASI. Petani Memetik Daun Teh


Reporter: | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dampak perbaikan teh mulai terasa pada tahun 2018. Perbaikan tersebut akan meningkatkan produksi serta ekspor teh Indonesia.

"Gerakan Peduli Agribisnis Teh Nasional (GPATN) melakukan perbaikan selama tiga tahun, 2014, 2015, dan 2016 baru terasa 2018," ujar Direktur Eksekutif Dewan Teh Indonesia (DTI) Suharyo Husen kepada Kontan.co.id, Senin (9/4).

Suharyo bilang perbaikan meliputi kualitas sehingga permasalahan anthraquinone (aq) dapat teratasi. Oleh karena itu ekspor teh Indonesia tahun 2018 diprediksi dapat naik hingga 10%.

Sementara dari sektor hulu terdapat perbaikan perkebunan. Hal itu akan membuat produksi naik sekitar 10% hingga 15% pada tahun 2018 dibandingkan tahun sebelumnya.

"Produksi akan naik dengan adanya perbaikan kebun seperti rehabilitasi dan peremajaan," terang Suharyo.

Hasil perbaikan tersebut membuat produktivitas teh meningkat. Suharyo bilang sebuah kebun di banding dapat mencapai produktivitas 4 ton per hektare (ha) per tahun.

Asal tahu saja rata kebun milik petani rakyat hanya menghasilkan teh 1,5 ton per ha per tahun. Sementara produktivitas kebun teh milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) sebesar 2 ton per ha per tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×