kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Dana verifikasi smelter dilimpahkan ke perusahaan


Minggu, 28 Mei 2017 / 20:39 WIB


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk melimpahkan pendanaan pembentukan Verifikator Independent sebagai tim pengawas pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) tidak didanai lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Padahal sebelumnya, untuk menjaga independensi pemberian rekomendasi ekspor mineral melalui perkembangan pembangunan smelter selama enam bulan akan diberikan melalui APBN.

Tapi kali ini, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono menyatakan, setelah terbentuk nanti pendanaan akan dikeluarkan oleh perusahaan yang anggotanya terpilih menjadi tim Verifikator Independent tersebut.

Meskipun tidak memakai APBN, Bambang menilai bahwa independensi pemberian rekomendasi ekspor melalui perkembangan pembangunan smelter tetap dapat dipercaya. Bambang menuturkan hal itu seperti surveyor memberikan sampel kepada lembaga.

"Jadi independensinya menjadi reputasi perusahaan tersebut," ungkapnya.

Asal tahu saja, ada enam BUMN yang siap menjadi Verifikator Independent. Di antaranya Sucofindo, Surveyor Indonesia dan Rekayasa Industri. Adapun saat ini tim tersebut masih melakukan presentasi kepada pemerintah. "Nanti yang paling bagus akan terpilih dan ditunjuk melalui Surat Keputusan (SK)," tandasnya.

Direktur Centre for Indonesian Resources Strategic Studies (Ciruss), Budi Santoso menilai, apabila pendanaan tim Verifikator Independent didanai oleh perusahaan, maka nilai independensinya sudah tidak ada. Pasalnya, tim tersebut menjadi ranah perusahaan bukan lagi pemerintah.

"Karena ini juga rentan yang namanya sogokan. Padahal, pembangunan smelternya tidak mencapai 90%, tapi pada akhirnya mereka bisa melakukan ekspor. Bisa saja itu terjadi," ungkapnya kepada KONTAN, Minggu (28/5).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×