kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Dasco Telepon Bos Pertamina, Bahas Ancaman PHK 55.000 Pekerja Imbas Harga Gas Mahal


Selasa, 23 Juni 2026 / 15:53 WIB
Dasco Telepon Bos Pertamina, Bahas Ancaman PHK 55.000 Pekerja Imbas Harga Gas Mahal
ILUSTRASI. Harga gas industri melonjak drastis, mengancam 55.000 pekerja PHK. Dirut Pertamina langsung dihubungi DPR. Simak langkah daruratnya (Dok/Pertamina)


Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Sufmi Dasco Ahmad melakukan panggilan atau telepon kepada Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri terkait risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) buruh imbas harga gas industri yang tinggi saat ini.

Adapun panggilan tersebut dilakukan Dasco dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (23/6/2026). Sebab, Dasco mengaku ia banyak ditanyakan terkait mahalnya gas industri saat ini.

“Halo, Pak Dirut Pertamina. Ini saya lagi di Raker KSPI. Ya, saya tadi ditanyakan mengenai masalah gas industri. Jadi ini saya tadi udah rancang pidato cuman buyar semua nih gara-gara soal gas,” kata Dasco dalam kesempatan tersebut.

Baca Juga: Maskapai FlyJaya Buka Penerbangan Rute Halim-Ketapang PP

Ia pun melanjutkan dengan menanyakan solusi dari Pertamina dalam menghadapi kondisi gas industri saat ini.

“Jadi pertama-tama saya sebelum pidato saya mau tanya dulu, bagaimana nih soal gas industri apakah ada jalan keluar?” sambung Dasco.

Merespons panggilan itu, Simon mengatakan untuk menyiasati masalah gas, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atawa PGN.

“Siap Pak Dasco, saya tentunya akan segera koordinasi dengan pihak PGN dan dari kita tentunya komitmen kita agar kita akan lakukan penyesuaian, tentunya setelah mengikuti penyesuaian molekul dari LNG,” ungkap Simon.

Dia menambahkan, Pertamina juga terus mengupayakan yang terbaik agar pelaku usaha dapat merasakan harga gas industri yang lebih murah.

“Kita tentunya lakukan yang terbaik, Pak Dasco, agar segera ada perbaikan dan tentunya untuk mendukung juga teman-teman di industri dengan harga yang sesuai,” ujar Simon.

Lebih lanjut, Dasco merespons dengan membahas isu ancaman PHK yang menghantui pelaku usaha keramik. Ia juga mengajak bos Pertamina itu untuk bersama membahas persoalan ini lebih lanjut secara langsung.

“Ini juga harus kita mitigasi bagaimana kemudian pabrik-pabrik ini sekitar 55.000 orang katanya yang terancam PHK dan tentunya itu sangat memprihatinkan. Nah mungkin kita bisa duduk sehari dua hari ini juga dengan perwakilan dari teman-teman buruh, satu-dua, nanti mewakili supaya kita bisa cari jalan keluar, ya,” kata Dasco.

Simon pun menyetujui usulan tersebut. “Baik setuju Pak Dasco,” jawabnya singkat.

Baca Juga: Ewindo Dukung Program Urban Farming di Jakarta

Sebagai informasi, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menyatakan bahwa operasional dua pabrik keramik besar, Milan Keramik dan Mulia Keramik, di wilayah Bekasi, Jawa Barat terancam berhenti. 

Ketua KSPSI Andi Gani Nena Wea mengungkapkan, hal ini dikhawatirkan memicu gelombang PHK terhadap sekitar 55.000 karyawan dalam dua hingga tiga hari ke depan.

Menurutnya, mahalnya harga gas industri yang saat ini mencapai US$ 23 per MMBTU menjadi pemicu utama.

“Ini menjadi miris buat kita semua, karena itu saya minta Bang Dasco yang bisa mencari jalan keluar untuk masalah gas industri. Karena harga gas itu dari US$ 6 per MMBTU per hari ini sudah US$ 23 per MMBTU. Jadi ini sangat mengerikan,” kata Andi Gani dalam kesempatan yang sama.

Dengan kondisi ini, Andi Gani mengatakan pelaku usaha yang menggunakan gas industri seperti bisnis tekstil turut terdampak karena biaya produksinya yang semakin memberatkan pengusaha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×