kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.557.000   3.000   0,12%
  • USD/IDR 18.093   -96,00   -0,53%
  • IDX 5.030   110,49   2,25%
  • KOMPAS100 648   16,04   2,54%
  • LQ45 514   12,41   2,48%
  • ISSI 166   2,88   1,77%
  • IDX30 289   6,27   2,22%
  • IDXHIDIV20 389   6,59   1,72%
  • IDX80 75   1,80   2,47%
  • IDXV30 108   1,64   1,54%
  • IDXQ30 97   2,23   2,35%

Didominasi Hunian Tapak, Marketing Sales LPKR Capai Rp 5,49 Triliun


Kamis, 05 November 2026 / 19:23 WIB
Didominasi Hunian Tapak, Marketing Sales LPKR Capai Rp 5,49 Triliun
ILUSTRASI. Cendana Home Series LPKR (Dok/LPKR)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) membukukan pra penjualan atau marketing sales sebesar Rp 5,49 triliun hingga kuartal III-2026, setara dengan 91% dari target sepanjang tahun 2026. 

Pencapaian ini didukung oleh permintaan yang berkelanjutan terhadap hunian tapak di berbagai proyek kota mandiri utama Perseroan, khususnya pada segmen hunian terjangkau dan menengah.

CEO LPKR, John Riady menyampaikan pada segmen properti, pra penjualan yang mencapai Rp 5,49 triliun atau 91% dari target sepanjang tahun ini, didorong oleh permintaan yang tetap kuat terhadap hunian tapak di segmen terjangkau maupun menengah di berbagai wilayah. 

Baca Juga: Blibli Perkuat Bisnis Omnichannel, Masuk ke Layanan Investasi Emas Digital

“Kedua segmen tersebut berkontribusi sebesar 75% terhadap total pra penjualan, mencerminkan tingginya minat dari pembeli rumah pertama (first-time homebuyers) dan konsumen yang membeli rumah untuk ditempati sendiri (end-users),” ungkap John, dalam keterangannya, Kamis (5/11). 

Pencapaian tersebut turut didukung oleh peluncuran Hunian Warisan Bangsa Serang. Proyek baru ini berhasil menarik permintaan yang kuat dari pasar sekaligus menegaskan kemampuan LPKR dalam menjangkau berbagai segmen pasar perumahan.

John melanjutkan, di Lippo Karawaci (Holdco), penjualan segmen hunian memberikan kontribusi sebesar Rp 3,24 triliun. Kontribusi tersebut dilengkapi oleh penjualan unit komersial sebesar Rp 755 miliar, persediaan properti high-rise sebesar Rp 53 miliar, kavling tanah sebesar Rp 30 miliar, serta kavling pemakaman di San Diego Hills sebesar Rp 107 miliar.

LPKR mencatat, sebanyak 71% penjualan dibiayai melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sepanjang periode Januari-September 2026.

“Hal ini menegaskan kuatnya permintaan dari konsumen yang membeli rumah untuk ditempati sendiri sekaligus memperkuat keberhasilan strategi LPKR dalam memenuhi kebutuhan hunian terjangkau di Indonesia.

Dari sisi kinerja keuangan, LPKR mencatat pendapatan sebesar Rp 5,37 triliun hingga kuartal III-2026. 

Sementara EBITDA tercatat sebesar Rp 1,11 triliun, dan laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp 1,24 triliun. Pada akhir periode pelaporan, LPKR memiliki saldo kas sebesar Rp 1,37 triliun.

“Ke depan, kami akan tetap berfokus pada penyelesaian dan pelaksanaan proyek-proyek kota mandiri, sembari disiplin dalam alokasi modal dan pengelolaan operasional,” tandasnya. 

Baca Juga: Blue Bird (BIRD) Genjot Produktivitas Armada untuk Menopang Pertumbuhan Bisnis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×