kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.557.000   3.000   0,12%
  • USD/IDR 18.093   -96,00   -0,53%
  • IDX 5.030   110,49   2,25%
  • KOMPAS100 648   16,04   2,54%
  • LQ45 514   12,41   2,48%
  • ISSI 166   2,88   1,77%
  • IDX30 289   6,27   2,22%
  • IDXHIDIV20 389   6,59   1,72%
  • IDX80 75   1,80   2,47%
  • IDXV30 108   1,64   1,54%
  • IDXQ30 97   2,23   2,35%

Astra Otoparts Bidik Pertumbuhan di Atas Industri Otomotif pada 2027, Tambah 30 Gerai


Kamis, 05 November 2026 / 16:38 WIB
Astra Otoparts Bidik Pertumbuhan di Atas Industri Otomotif pada 2027, Tambah 30 Gerai
ILUSTRASI. Astra Otoparts (AUTO) Perkuat Bisnis Komponen dan Aftermarket (Dok/PT Astra Otoparts Tbk (AUTO))


Reporter: Leni Wandira | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga momentum pertumbuhan bisnis pada 2027.

Emiten komponen otomotif ini membidik pertumbuhan di atas rata-rata industri otomotif nasional melalui diversifikasi produk, perluasan basis pelanggan, penguatan jaringan regional, serta ekspansi bisnis aftermarket.

Presiden Direktur Astra Otoparts Yusak Kristian Solaeman mengatakan, perseroan akan mengandalkan tiga pilar utama untuk mendorong pertumbuhan pada tahun depan, yakni diversifikasi portofolio produk, perluasan basis pelanggan, dan pengembangan jaringan regional.

“Tiga hal tersebut akan membawa dampak pertumbuhan yang positif, sehingga secara keseluruhan Astra Otoparts akan tumbuh lebih baik. Dan, tingkat pertumbuhannya lebih tinggi dari tingkat pertumbuhan industri,” ujar Yusak dalam paparan publik, Kamis (5/11/2026).

Baca Juga: Persaingan Makin Panas, Hyundai Perkuat Layanan Purna Jual dan Ekosistem EV

Salah satu langkah konkret yang disiapkan AUTO adalah memperluas jaringan ritel modern. Perseroan menargetkan penambahan sekitar 30 gerai pada 2027 untuk memperkuat penetrasi pasar suku cadang pengganti atau aftermarket.

Direktur Astra Otoparts Tujuh Martogi Siahaan mengatakan, ekspansi gerai akan dilakukan melalui sejumlah jaringan ritel, antara lain Shop & Drive, Shop & Bike, Motoquick, dan Astra Otoservice.

Dalam menentukan lokasi gerai baru, AUTO mempertimbangkan kepadatan populasi kendaraan di suatu wilayah.

Dengan demikian, ekspansi dapat diarahkan ke daerah yang memiliki potensi permintaan komponen dan layanan perawatan kendaraan.

“Di tahun 2027, kami berencana untuk menambah jumlah toko modern ritel kami sekitar 30 toko dan tentu kita juga mempertimbangkan investasi-investasi yang prudent,” ucap Martogi.

Selain memperluas jaringan fisik, AUTO mengintegrasikan layanan perdagangan luring dengan ekosistem digital melalui AstraOtoshop.com.

Perseroan mengembangkan layanan online to offline (O2O), yang memungkinkan konsumen memesan produk maupun layanan perawatan kendaraan secara daring, kemudian melakukan pemasangan atau perawatan di gerai fisik terdekat.

Baca Juga: Hyundai Siapkan Mobil Listrik 7 Penumpang NEIRA, Ini Empat Keunggulannya

Strategi ekspansi tersebut ditopang oleh pertumbuhan bisnis AUTO dalam beberapa tahun terakhir.

Direktur Astra Otoparts Sophie Handili menyampaikan, sepanjang 2021–2025 perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan bersih dengan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan atau compound annual growth rate (CAGR) sebesar 7,1%.

Pendapatan bersih AUTO meningkat dari Rp 15,15 triliun pada 2021 menjadi Rp 19,91 triliun pada 2025. Sementara itu, laba bersih tumbuh lebih tinggi dengan CAGR 37,8%, dari Rp 610 miliar menjadi Rp 2,21 triliun. Capaian tersebut menjadi rekor laba bersih tertinggi perseroan pada periode tersebut.

Sophie menjelaskan, pertumbuhan bisnis AUTO tidak hanya bergantung pada perkembangan produksi kendaraan maupun jumlah kendaraan yang beroperasi.

Perluasan portofolio komponen, penambahan pelanggan, serta penguatan jaringan distribusi dan ritel turut menjadi pendorong kinerja perseroan.

Pada segmen manufaktur, pendapatan komponen kendaraan roda dua tumbuh dengan CAGR 10,8% sepanjang 2021–2025. Pertumbuhan tersebut melampaui kenaikan produksi industri kendaraan roda dua yang tercatat sebesar 4,4%.

Baca Juga: Panorama Bidik 4.000 Wisman Eropa Kunjungi Asia Tenggara hingga Maret 2027

Adapun pendapatan manufaktur komponen kendaraan roda empat tumbuh dengan CAGR 8,2%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan produksi industri kendaraan roda empat sebesar 0,6%.

Kinerja segmen perdagangan juga menunjukkan pertumbuhan di tengah penurunan jumlah kendaraan yang beroperasi atau unit in operation (UIO).

Pendapatan perdagangan komponen kendaraan roda dua tumbuh dengan CAGR 7,4%, meski UIO kendaraan roda dua turun 2%.

Sementara itu, pendapatan perdagangan komponen kendaraan roda empat mencatatkan CAGR 8%, di tengah koreksi UIO kendaraan roda empat sekitar 0,6%.

Menurut Sophie, pertumbuhan segmen manufaktur didukung inovasi dari dua divisi penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D), penguatan kolaborasi dengan mitra dan pelanggan original equipment manufacturer (OEM), serta perluasan basis pelanggan.

Di segmen perdagangan, pertumbuhan ditopang peluncuran produk baru, penguatan jaringan toko ritel modern otomotif, dan peningkatan permintaan suku cadang pengganti.

AUTO juga memiliki 11 pusat distribusi di seluruh Indonesia yang memasok komponen otomotif kepada lebih dari 15.000 peritel.

Baca Juga: Universitas Ciputra Perkuat Ekosistem Wirausaha Berkelanjutan Lewat ICOEN 2026

Memasuki 2026, kinerja AUTO masih menunjukkan tren positif. Hingga kuartal III-2026, perseroan membukukan pendapatan bersih Rp 17,02 triliun, meningkat 15% secara tahunan atau year on year (YoY). Laba bersih juga tumbuh 14,7% menjadi Rp 1,8 triliun.

Dari total pendapatan tersebut, segmen manufaktur berkontribusi 54%, sedangkan segmen perdagangan menyumbang 46%.

Pendapatan segmen manufaktur mencapai Rp 9,18 triliun atau tumbuh 17,6% YoY. Sementara itu, pendapatan segmen perdagangan naik 12% menjadi Rp 7,84 triliun.

Pertumbuhan manufaktur didorong peningkatan permintaan komponen dari pelanggan OEM untuk kendaraan roda dua, roda empat, dan kendaraan komersial.

Perseroan juga memperluas pasokan komponen untuk kendaraan bermesin konvensional atau internal combustion engine (ICE) maupun kendaraan elektrifikasi (xEV), termasuk untuk model kendaraan yang sudah ada maupun model baru.

Selain memperkuat bisnis komponen otomotif, AUTO melakukan diversifikasi ke sektor nonotomotif, termasuk alat kesehatan dan industri lainnya. Langkah ini diarahkan untuk memperluas sumber pertumbuhan sekaligus meningkatkan ketahanan bisnis perseroan dalam jangka panjang.

Adapun pertumbuhan segmen perdagangan didukung penambahan portofolio produk aftermarket, perluasan jaringan distribusi dan gerai ritel, serta peningkatan permintaan dari pelanggan business to business (B2B) dan business to consumer (B2C).

Baca Juga: BEST Bidik Peluang dari Data Center dan Pergudangan pada 2027

Hingga kuartal III-2026, AUTO didukung 49 diler utama dan 28 kantor penjualan yang melayani lebih dari 15.000 toko suku cadang otomotif. Perseroan juga mengoperasikan 673 gerai ritel modern yang mencakup Shop & Drive, Super Shop & Drive, Astra Otoservice, Shop & Bike, dan Aspira Motoquick.

Untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik, AUTO turut mengembangkan bisnis infrastruktur pengisian daya melalui Astra Otopower. Hingga akhir kuartal III-2026, Astra Otopower telah mengoperasikan 71 unit di 61 lokasi strategis di Indonesia.

AUTO juga menghadirkan pengisi daya kendaraan listrik atau EV charger berkapasitas 7 kW bermerek ALTRO melalui layanan Home Charging Services Ultima yang tersedia di aplikasi PLN Mobile.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×