Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) mencermati dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap biaya pengadaan material dan peralatan konstruksi.
Meski tidak memiliki eksposur valuta asing (valas) secara langsung, perseroan tetap mewaspadai potensi kenaikan biaya dari komponen yang masih bergantung pada impor.
Corporate Secretary TOTL, Anggie S. Sidharta mengatakan, dampak pelemahan rupiah terhadap biaya proyek bersifat tidak langsung. Pasalnya, sebagai kontraktor, TOTL tidak memiliki eksposur valas secara langsung.
"Namun, pelemahan rupiah dapat berdampak secara tidak langsung terhadap biaya pengadaan material dan peralatan yang memiliki komponen impor. Dampak tersebut dimonitor sebagai bagian dari pengendalian biaya proyek," ujar Anggie kepada KONTAN, Kamis (5/11/2026).
Di tengah dinamika harga material dan nilai tukar, TOTL juga memperhatikan aspek komersial dan ketentuan kontraktual pada proyek-proyek yang sedang berjalan, termasuk kontrak multiyears.
Baca Juga: Biaya Konstruksi Naik, Total Bangun Persada (TOTL) Perketat Pengelolaan Cash Flow
Menurut Anggie, kepastian aspek komersial dan kontraktual sebelum proyek dimulai menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Perusahaan juga menjaga komunikasi dan koordinasi dengan pemilik proyek dalam menghadapi perubahan kondisi pasar.
Terkait peluang penyesuaian harga atau eskalasi kontrak pada proyek multiyears, TOTL belum merinci kebutuhan maupun rencana penyesuaian nilai kontrak pada proyek yang sedang dikerjakan. Perseroan menyatakan tetap memperhatikan kondisi pasar serta ketentuan kontraktual masing-masing proyek.
Sementara itu, dalam menentukan harga penawaran untuk tender proyek baru pada 2027, TOTL mempertimbangkan hasil evaluasi proyek, kondisi pasar, serta risiko yang melekat pada setiap proyek.
Anggie menyebut, perseroan menerapkan pendekatan yang prudent dalam menyusun penawaran. Strategi tersebut ditujukan untuk menjaga daya saing harga dengan tetap mempertimbangkan kepentingan seluruh pemangku kepentingan.
Dengan pendekatan tersebut, TOTL berupaya memperhitungkan risiko proyek sejak tahap penawaran agar perubahan kondisi pasar tidak mengganggu kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
Baca Juga: Strategi Total Bangun Persada (TOTL) Jaga Margin Proyek di Tengah Pelemahan Rupiah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
