Reporter: Genta Disa | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memastikan Hyundai Nera, memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 60%. Capaian tersebut didukung keberadaan fasilitas produksi baterai kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat.
Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, penggunaan baterai yang diproduksi di dalam negeri menjadi salah satu faktor pendukung pencapaian TKDN Hyundai Nera.
“Hyundai Nera itu sudah pasti di atas 60%. Kenapa 60%-nya? Karena pabrik baterainya sendiri kan seperti teman-teman tahu kan sudah ada di Karawang,” ujar Frans kepada awak media usai Hyundai Media Update Road to GAW 2026, Kamis (5/11/2026).
Baca Juga: APPHI Memperkirakan Kenaikan Permintaan Daging Sapi Jelang Akhir 2026 Capai 30%
Dia menjelaskan, proses produksi kendaraan tersebut juga akan melibatkan fasilitas perakitan di Cikarang, Jawa Barat. Dengan demikian, rantai produksi Hyundai Nera akan memanfaatkan fasilitas manufaktur yang telah dibangun Hyundai di Indonesia.
“Nanti dari pabrik baterai tersebut pasti kan assembly-nya juga ada di Cikarang seperti yang disampaikan oleh Pak Ruly. Nah, jadi pastinya udah pasti 60% lah untuk kendaraan tersebut,” jelasnya.
Fransiscus memastikan Hyundai Nera akan diproduksi di fasilitas PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) di Cikarang.
Terkait kapasitas produksi, Fransiscus menyebut HMMI memiliki kemampuan produksi sekitar 150.000 unit per tahun. Saat ini, utilisasi pabrik tersebut masih berada di kisaran 50%.
Kehadiran Hyundai Nera bersama Kia Carens diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan kapasitas produksi fasilitas manufaktur tersebut. Hyundai juga masih berkoordinasi dengan HMMI terkait volume produksi awal Nera.
“Dengan adanya Kia Carens, dengan adanya Hyundai Nera, harapannya kita bisa menuju ke maximal utilization daripada pabrikan yang sudah kita bangun,” ungkap Fransiscus.
Adapun Hyundai belum mengungkapkan harga resmi maupun jumlah varian Nera. Informasi mengenai spesifikasi, varian, harga, hingga proses pemesanan kendaraan tersebut dijadwalkan diumumkan dalam ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) pada 20 November 2026.
Di sisi lain, Hyundai juga menyiapkan penambahan produk kendaraan listrik dan hybrid di Indonesia. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menyediakan pilihan teknologi kendaraan yang lebih beragam di tengah perkembangan pasar otomotif.
Fransiscus menyatakan Hyundai akan menghadirkan lebih banyak model EV maupun hybrid. Namun, dia belum mengonfirmasi model spesifik yang akan dipasarkan, termasuk kemungkinan kehadiran Creta Hybrid atau Stargazer Hybrid.
“Saya pastikan bahwa kita akan punya lebih banyak hybrid dan kita punya lebih banyak EV. Dan kita mau mengembalikan bahwa Hyundai itu memang identik dengan EV ataupun renewable energy,” pungkasnya.
Baca Juga: Pertamina Catat Belanja Produk Dalam Negeri Rp 24 Triliun, TKDN Capai 49%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
