kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45927,64   6,18   0.67%
  • EMAS1.325.000 -1,34%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Diminta Naikkan Diskon Tarif Tol Jadi 50%, Begini Respon Kementerian PUPR


Rabu, 03 April 2024 / 09:02 WIB
Diminta Naikkan Diskon Tarif Tol Jadi 50%, Begini Respon Kementerian PUPR
ILUSTRASI. Suasana lalu lintas di ruas tol Cipali.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) diminta untuk menambah diskon tarif tol sebesar 30% pada momen mudik 2024. Mengingat sejauh ini diskon yang diberikan hanya sebesar 20%.

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sigit Sosiantomo menyebut, diskon tarif tol sebesar 20% tidak cukup untuk momen mudik lebaran tahun ini.

“Pak menteri (mohon) berinisiatif diskon sampai dengan 50%. Tadi (diskon 20%) dari Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), sekarang dari Pak Menteri PUPR sendiri, 30%,” ujarnya dalam Rapat Kerja Komisi V DPR di Jakarta, Selasa (2/4).

Baca Juga: Tebar Diskon Tarif Tol, Astra Infra: Berharap Dapat Bantu Mengurai Kepadatan Mudik

Sigit mengungkapkan, jalan tol bila dilewati 100 ribu kendaraan tiap hari diduga negara sudah mendapatkan untung besar. Menurutnya, dalam kondisi normal tol Cikampek dapat dilewati hingga 500 ribu kendaraan.

“Itu kan sudah untung besar negara ini, oleh karena itu kebijakan pak Menteri PU yang populis sangat diperlukan, 50% pak Menteri, masa kalah sama Malaysia, gratis tol saat lebaran,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian mengatakan, penambahan diskon tarif tol mungkin saja dilakukan tetapi yang perlu diingat nantinya tol tersebut akan mengklaim kepada negara.

Baca Juga: Kabar Baik, Tarif Dua Tol Trans Sumatra Diskon 20% selama Aru Mudik Lebaran 2024

"Ya memungkinkan saja, kalau secara aturan digratiskan pun mungkin, tapi mereka akan klaim ke negara, kan eman-eman nanti," katanya.

Hedy menuturkan, diskon tarif tol tersebut di samping memiliki fungsi sosial dengan memberikan potongan 20%, juga memiliki fungsi dalam mengatur manajemen lalu lintas (traffic management).

"Ada fungsi traffic management, itu sekarang kenapa ada tanggal tertentu agar tidak numpuk di tanggal-tanggal yang kita perkirakan sebagai puncak mudik," tuturnya.

Dia bilang, bila jalan tol tersendat tentunya akan berpengaruh terhadap pendapatan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Menurutnya, bila terjadi kemacetan di dalam tol kendaraan yang melintas diperkirakan makin sedikit.

Baca Juga: Hari Ini (3/4) Diskon Tarif Tol 20% Arus Mudik Lebaran Berlaku di Tol Trans Jawa

"Jadi prinsip kita karena kalau kita melakukan instruksi itu akan memberikan akibat kepada kompensasi. Jadi kita lebih baik memohon sukarela dari BUJT-nya," tandasnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Basuki Hadimuljono mengatakan tambahan diskon tarif tol hingga 50% tersebut hanya wacana semata.

"Oh nggak itu kan cuma wacana saja. (Memungkinkan diterapkan?) tergantung BUJT-nya, itu kan bukan kita yang menetapkan. Saya kira subsidi-subsidi lagi nggak lah," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×