kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Dirut Pertamina: Mau bubarkan Petral, ya silakan


Kamis, 02 Oktober 2014 / 22:29 WIB
Dirut Pertamina: Mau bubarkan Petral, ya silakan
ILUSTRASI. Calon penumpang menaiki Kapal Motor (KM) Sinabung yang bersandar di Pelabuhan Babang, Pulau Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Pertamina (Persero) tengah menunggu arahan pemerintah terkait wacana pembubaran anak usahanya, Pertamina Energy Trading (Petral).

Hal itu diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Pertamina, Muhamad Husen. “Saya siap saja apa kebijakan pemerintahan baru nanti terhadap Petral. Kalaupun dibubarkan ya silahkan,” ujarnya kepada KONTAN, Kamis (2/10).

Pertamina selaku badan usaha, kata dia, juga akan memberikan masukan terkait pembubaran Petral. “Tetapi apa yang harus dilakukan tentu saja semua keputusan kan ada di pemerintah,” katanya.

Husen mengklaim tidak ada kerugian apapun bagi Pertamina jika memang Petral akan dibubarkan.  Fungsi Petral di Singapura, lanjut Husen, hanya sebagai pelayanan saja, dalam menampung minyak-minyak yang dipasok oleh trader di Singapura. Jadi, tidak akan berdampak pada keuangan Pertamina.

“Paling tidak besar, toh sampai hari ini bisnis-bisnis hilir di Pertamina kalau dari dampak keuangannya tidak besar,” katanya.

Terkait mafia migas di dalam Petral yang selama ini dituduhkan, ia menyebut bahwa Petral merupakan perusahaan bersih. Sistem tender di Petral juga diklaim sudah sangat terbuka.

“Kan BPK juga sudah memeriksa bolak-balik kesana dan tidak terbukti kan. Toh yang datang kesana juga macam-macam tak terbukti sama sekali,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×