Reporter: Vina Elvira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) mencatat pendapatan bersih sebesar Rp 256 miliar hingga kuartal III-2026. Angka ini naik 11,3% dari Rp 230 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan tersebut terutama ditopang segmen angkutan antarkota (DayTrans) yang naik 15,4%, sementara segmen angkutan penumpang bus pariwisata (White Horse) tumbuh 5,3%.
Laba bruto perusahaan juga terpantau naik 16,9% menjadi Rp 91,9 miliar, dengan margin laba bruto meningkat dari 34,2% menjadi 35,9%.
Sementara EBITDA hingga kuartal III 2026 tercatat Rp 71,7 miliar, naik 5,2% dari Rp 68,1 miliar, dengan Margin EBITDA berada di 28,0%, dibandingkan 29,6% pada periode yang sama tahun 2025.
Penurunan margin EBITDA disebabkan oleh penurunan pendapatan lain-lain, terutama dari penjualan aset tetap yang tidak produktif.
Baca Juga: DayTrans Tambah Armada EV, WEHA Bidik Pertumbuhan 10%-15% di 2026
Edgar Surjadi, Direktur Finance & Accounting WEHA menyatakan segmen angkutan antarkota DayTrans menyumbang sekitar 80,7% dari tambahan pendapatan konsolidasian selama tahun 2026 dan menjadi sumber utama pertumbuhan WEHA di tahun ini.
“Hingga Kuartal III 2026, WEHA mencatat pertumbuhan pendapatan dua digit, dengan laba usaha yang tumbuh lebih cepat lagi,” ungkap Edgar, dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).
Hingga akhir kuartal ketiga, perusahaan membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 17,76 miliar, angka ini turun tipis dari Rp 17,91 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.
Hal ini disebabkan oleh penurunan keuntungan atas penjualan aset tetap menjadi Rp 1,5 miliar pada tahun 2026, dibandingkan Rp 5,4 miliar pada tahun 2025.
Baca Juga: Strategi WEHA Tingkatkan Kinerja hingga Akhir Tahun 2026
Menurutnya, penurunan bottom line pada periode tersebut disebabkan olehn tekanan beban nonoperasional. Namun demikian, perusahaan menyebut fundamental bisnis ini WEHA tetap solid, sejalan dengan pertumbuhan pendapatan dari tahun sebelumnya.
Memasuki kuartal keempat, WEHA akan memanfaatkan momentum libur akhir tahun dan memperluas kontrak shuttle jangka panjang.
Ia memaparkan, kebutuhan shuttle pelanggan korporasi, institusi, dan kawasan permukiman menjadi fokus White Horse dalam pengembangan kerja sama jangka panjang pada bisnis penyewaan bus pariwisata.
“WEHA juga akan memanfaatkan kenaikan permintaan di segmen ritel (FIT) dan korporasi pada kuartal IV dengan mengutamakan mutu pelayanan,” ucapnya.
Baca Juga: WEHA Transportasi Indonesia (WEHA) Raup Pendapatan Rp 168,7 Miliar di Semester I-2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














