kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Dorong produk bernilai tambah, Asia Pacific (POLY) proyeksi tumbuh 10% di 2020


Selasa, 14 Januari 2020 / 18:30 WIB
Dorong produk bernilai tambah, Asia Pacific (POLY) proyeksi tumbuh 10% di 2020
ILUSTRASI. Pekerja menyelesaikan proses pembuatan benang polyester di pabrik PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY) di Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (15/7). Pabrik ini memproduksi 210.000 ton benang polyester per tahun. Hingga akhir tahun ini, POLY menargetkan h

Reporter: Agung Hidayat | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY) masih melihat peluang untuk menumbuhkan bisnis hulu Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) di tahun 2020 ini. Perseroan mengaku akan lebih fokus mengerek penjualan di segmen produk bernilai tambah (added value).

"Era komodifikasi sudah lewat, maka kami harus memperlebar segmen dan market," ujar Prama Yudha Amdan, Head of Corporate Communications and Public Relations kepada Kontan.co.id, Selasa (14/1).

Produk bernilai tambah memiliki banyak keuntungan, sebab pelanggan perseroan biasanya meminta customize produk tertentu.

Baca Juga: POLY targetkan capex US$ 12 juta - US$ 15 juta di 2020 nanti

Di mana harga jualnya tidak terpaku dengan harga produk reguler yang bergantung langsung terhadap naik-turunnya harga raw material serat filamen. Sehingga produsen seperti POLY memiliki bargaining position atau posisi tawar untuk menentukan harga jualnya.

Di samping perusahaan akan mampu mendapatkan margin keuntungan yang lebih baik dengan added value product. Adapun saat ini POLY telah memproduksi beragam produk bernilai tambah seperti benang anti-bacteria, serat tahan api dan serat otomotif.

Sebelumnya manajemen bilang, porsi volume penjualan ekspor sebanyak 40% bakal diisi produk bernilai tambah tersebut. Mengenai ekspor, kebetulan perusahaan telah banyak mengekspor ke berbagai negara dari Amerika Serikat (AS) hingga Eropa dan Timur Tengah.

Porsi ekspor yang sebanyak 25%-30% dari total sales dinilai dapat memberikan margin keuntungan yang baik. Manajemen berharap pasar dapat lebih kondusif dan manufaktur hulu TPT ini bisa berkontribusi bagi devisa negara.

Mengenai proyeksi pertumbuhan di tahun ini, Prama mengaku perseroan masih membidik target konservatif di level 10%. Target tersebut dapat berubah, mengingat pemerintah berencana merealisasikan penurunan harga gas industri di Maret 2020 ini.




TERBARU

Close [X]
×