kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.399.000   13.000   0,94%
  • USD/IDR 16.140
  • IDX 7.328   27,17   0,37%
  • KOMPAS100 1.142   4,95   0,44%
  • LQ45 920   5,02   0,55%
  • ISSI 219   0,28   0,13%
  • IDX30 458   2,53   0,56%
  • IDXHIDIV20 549   3,16   0,58%
  • IDX80 129   0,76   0,60%
  • IDXV30 127   0,36   0,29%
  • IDXQ30 155   0,64   0,42%

Dukung Pembangunan Berkelanjutan, SIG Kembangkan Produk Rendah Karbon


Rabu, 10 Juli 2024 / 11:45 WIB
Dukung Pembangunan Berkelanjutan, SIG Kembangkan Produk Rendah Karbon
ILUSTRASI. Pekerja PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) atau SIG melakukan perawatan solar panel berkapasitas 10 kWp di Pabrik Tuban, Jawa Timur (19/9/2023). SIG dan PLN berkolaborasi mendorong penggunaan listrik berbasis Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di area operasi SIG sebagai upaya menurunkan emisi karbon. PLN siap memfasilitasi SIG untuk go green, dengan meningkatkan porsi listrik SIG dari sumber yang ramah lingkungan. (Foto Dok. SIG)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Semen Indonesia Tbk (SIG) terus berinovasi menyediakan produk bahan bangunan rendah karbon dan solusi berkelanjutan, seiring meningkatnya kebutuhan perumahan dan gedung penunjang kehidupan modern. Kontribusi sektor konstruksi pada PDB nasional mencapai 10,49% pada tahun 2023.

Dalam talk show Green Economy Expo 2024 di Jakarta Convention Center, Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari, menekankan komitmen SIG untuk mendukung pembangunan rendah karbon dan target Net Zero Emission pada 2050. 

"SIG senantiasa meningkatkan kapabilitasnya dengan terus berinovasi menciptakan solusi bahan bangunan ramah lingkungan," kata Reni dalam siaran pers, Selasa (9/7). Upaya ini tercermin dalam Peta Jalan Keberlanjutan 2030 SIG.

Baca Juga: Anak Usaha SIG, Semen Tonasa Tetapkan Bulu Sipong Jadi Kawasan Konservasi

SIG menerapkan prinsip ekonomi sirkular dalam produksi dengan menggunakan bahan bakar alternatif dari limbah industri, biomassa, dan sampah perkotaan yang diolah menjadi RDF. 

Selain itu, SIG juga memanfaatkan teknologi plant digitalization dengan machine learning, big data, dan AI untuk efisiensi energi dan produktivitas.

SIG juga mengembangkan produk green cement dengan emisi lebih rendah tanpa mengurangi kualitas. Upaya lainnya termasuk penggunaan panel surya dan optimasi gas panas buang dalam produksi semen. 

Pada tahun 2023, SIG menggunakan 1,65 juta ton bahan bakar dan bahan baku alternatif serta mengurangi emisi GRK sebesar 4,9 juta ton untuk cakupan 1 dan 0,15 juta ton untuk cakupan 2 dibandingkan baseline tahun 2010.

Baca Juga: Semen Indonesia (SIG) Ekspansi ke IKN, Akuisisi 20,95 Saham Karya Logistik Nusantara

Dengan pola operasi berkelanjutan, SIG memperoleh berbagai sertifikat seperti Green Label, Ekolabel Swadeklarasi, dan Sertifikat Industri Hijau. SIG juga meraih 2 PROPER Emas dan 7 PROPER Hijau dari KLHK, serta peringkat ESG Rating terbaik pertama di Asia Tenggara oleh Sustainalytics.

Produk SIG, seperti semen curah, semen masonry, dan beton inovatif, memiliki emisi 21%-38% lebih rendah dibandingkan semen konvensional. 

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menyatakan SIG berkolaborasi dengan PT Bina Karya (Persero) untuk mendukung pembangunan IKN dengan produk green cement dan bahan bangunan ramah lingkungan yang sesuai dengan konsep smart and green city. 

Produk seperti beton berpori dan paving porous membantu penyerapan air dan mendukung infrastruktur jalan dengan beton cepat kering serta soil stabilization untuk meningkatkan kekuatan tanah.

Baca Juga: Momen Idul Adha 2024, Semen Indonesia (SIG) Bagikan 331 Hewan Kurban di 23 Provinsi

"SIG sangat mendukung program-program keberlanjutan yang sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs) untuk memastikan keberlanjutan kehidupan di bumi yang lebih baik bagi generasi mendatang dan menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," ujar Vita.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×