kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.917.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.789   -61,00   -0,36%
  • IDX 8.975   24,32   0,27%
  • KOMPAS100 1.244   9,59   0,78%
  • LQ45 882   8,84   1,01%
  • ISSI 330   0,91   0,28%
  • IDX30 451   1,60   0,36%
  • IDXHIDIV20 533   1,62   0,31%
  • IDX80 138   1,09   0,79%
  • IDXV30 147   -0,35   -0,24%
  • IDXQ30 145   0,87   0,61%

Dulux Optimistis Pasar Cat Dekoratif Tumbuh hingga 7% Tahun 2026


Senin, 26 Januari 2026 / 18:17 WIB
Dulux Optimistis Pasar Cat Dekoratif Tumbuh hingga 7% Tahun 2026
ILUSTRASI. Dulux Optimistis Pasar Cat Dekoratif Tumbuh hingga 7% Tahun 2026 (KONTAN/Rilanda Virasma)


Reporter: Rilanda Virasma | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT ICI Paints Indonesia atau AkzoNobel pemegang jenama cat Dulux memproyeksikan pasar cat dekoratif nasional akan tumbuh positif pada 2026. 

Niluh Putu Ayu Setiawati, Head of Marketing PT ICI Paints Indonesia mengatakan, pasar cat dekoratif nasional tahun ini berpotensi tumbuh di angka 6–7%. 

“Rata-rata proyeknya yang paling diprediksikan tahun ini adalah untuk retail, industrial, juga residensial,” ungkap Niluh saat dihampiri Kontan pasca Peluncuran Dulux Colours of the Year 2026 “Rhythm of Blues” di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Untuk menjaga kinerja penjualan, lanjut Niluh, Dulux mengandalkan strategi penguatan brand dan edukasi pasar. Salah satu pendekatan utama adalah peluncuran Dulux Color of the Year yang diikuti dengan edukasi kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan pemilihan cat, mulai dari arsitek, aplikator, hingga pemilik rumah.

Baca Juga: Industri Cat Nasional Bidik Peluang Ekspor Lewat Kesepakatan IEU-CEPA

Edukasi juga dilakukan langsung kepada konsumen ritel, salah satunya lewat pengenalan palet warna terbaru Dulux Color of the Year 2026 dengan tema #temukantenangmu.

Dari sisi inovasi produk, Dulux kata Niluh bakal fokus pada aspek keberlanjutan (sustainability). Seluruh produk dekoratif yang dikembangkan menggunakan material berbasis air (water-based) dan dirancang lebih ramah lingkungan. 

Selain itu, Dulux juga mengembangkan produk dengan teknologi penurun panas dan fitur chip-cool yang dirancang untuk menyeimbangkan kebutuhan kenyamanan bangunan dengan kelestarian lingkungan. Produk-produk tersebut diklaim telah dirancang dengan emisi karbon yang lebih rendah.

Soal kondisi musiman, Niluh menyebutkan bahwa curah hujan yang buruk memang memengaruhi pola permintaan produk. Namun perseroan mencatat, kebutuhan cat pelapis, anti bocor, dan waterproofing cenderung meningkat. 

Baca Juga: Indonesia Salah Satu Pasar Pelapis Cat Dengan Pertumbuhan di Asia Pasifik

Di sisi lain, permintaan cat dekoratif biasanya melonjak menjelang periode hari raya. “Karena kita mau menghadapi yang namanya Lebaran, biasanya penggunaan cat itu pasti naik dua kali lipat,” terangnya. 

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dulux telah menyiapkan proyeksi produksi dan distribusi sejak awal lewat sistem perencanaan internal.

Adapun dari sisi preferensi konsumen, warna-warna netral masih mendominasi pilihan pasar domestik. Warna putih, abu-abu, dan krem muda dicatat Dulux tetap menjadi favorit, terutama untuk hunian residensial. 

Lewat Color of the Year, Dulux kata Niluh ingin menunjukkan bahwa pilihan warna tidak terbatas pada warna netral. “Warna itu tidak hanya putih, tapi ada biru dan warna-warna komplementari yang tentunya dapat menciptakan suasana yang lebih kaya dan bermanfaat juga buat mood,” pungkas Niluh.

Baca Juga: Industri Cat & Pelapis Diproyeksi Tumbuh 6,5% per Tahun, PCS 2025 Buka Peluang Bisnis

Selanjutnya: Indeks ESG Berpeluang Pulih Bertahap pada 2026, Simak Rekomendasi Analis Berikut

Menarik Dibaca: Awas Hujan Ekstrem di Sini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (27/1) Jabodetabek

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×