Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dinilai sebagai hal yang wajar dalam mekanisme pasar, meski kali ini terasa lebih tinggi akibat tekanan global.
Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia, Tulus Abadi, mengatakan penyesuaian harga BBM non-subsidi merupakan kewenangan operator setelah berkoordinasi dengan pemerintah.
Kenaikan harga juga terjadi di banyak negara sebagai dampak kondisi geopolitik global. Lebih dari 100 negara melakukan hal yang sama, bahkan kenaikannya ada yang mencapai lebih dari 100%.
Baca Juga: Kontrak Baru Total Bangun Persada (TOTL) Capai Rp 2,6 Triliun per Kuartal I 2026
Tulus menilai, kenaikan harga Pertamax Turbo secara ekonomi tidak akan berdampak signifikan terhadap kelompok masyarakat kelas menengah. Namun, ia mengingatkan adanya potensi perubahan perilaku konsumen.
"Saya menduga pengguna Pertamax Turbo akan beralih ke bahan bakar dengan harga lebih rendah, seperti Pertamax. Pergeseran ini dinilai bisa mempengaruhi pola konsumsi BBM di dalam negeri," kata Tulus kepada Kontan, Minggu (19/4/2026).
Di sisi lain, ia menekankan aspek ketersediaan pasokan BBM saat ini menjadi jauh lebih krusial dibandingkan sekadar isu harga. Hal ini mengingat risiko krisis energi yang mulai muncul di sejumlah negara akibat konflik global.
“Yang paling penting saat ini adalah ketersediaan pasokan, baik BBM subsidi maupun non-subsidi,” jelasnya.
Baca Juga: Kesenjangan Akses Internet Masih Lebar, Satelit Jadi Solusi di Indonesia Timur
Secara makro, kenaikan harga BBM tetap berpotensi memberikan dampak terhadap perekonomian. Oleh karena itu, pemerintah dinilai perlu melakukan intervensi kebijakan lain agar tidak semua tekanan direspons melalui kenaikan harga.
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga tiga produk BBM non-subsidi mulai 18 April 2026 pukul 00.01 WIB.
Adapun harga Pertamax Turbo naik menjadi Rp 19.850 per liter, Dexlite menjadi Rp 24.150 per liter, dan Dex menjadi Rp 24.450 per liter.
Sementara itu, harga Pertamax (RON 92) tetap berada di level Rp 12.600 per liter. Harga Pertamax Green 95 juga tidak berubah, yakni Rp 12.900 per liter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













