kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Ekspansi bijih besi, Rio Tinto tanam US$ 3,1 M


Rabu, 20 Oktober 2010 / 10:38 WIB
ILUSTRASI. Transaksi KPR BTN


Reporter: Femi Adi Soempeno, Bloomberg |

MELBOURNE. Rio Tinto Group, perusahaan pertambangan terbesar ketiga di dunia, setuju untuk menanamkan investasinya sebesar US$ 3,1 miliar untuk mengembangkan operasional bijih besinya di Australia. Langkah ini dilakukan dua hari setelah meneken joint venture dengan BHP Billiton Ltd. untuk mengkolaborasikan pertambangan bijih besinya.

Ekspansi yang akan dilakukan Rio Tinto ini berupa peningkatan kapasitas bijih besi di Pilbara, wilayah Australia bagian Barat menjadi 283 juta ton pada tahun 2013. BHP yang berbasis di Melbourne, yang juga membiakkan produksinya, hari ini melaporkan peningkatan produksi bijih besinya pada kuartal pertama sebesar 6%.

Dua perusahaan ini, eksportir bijih besi terbesar kedua dan ketiga di dunia, berupaya melansir rencana terpisah untuk mendorong produksi bijih besinya setelah dipaksa untuk melepaskan kerjasama tersebut karena adanya perlawanan dari regulator di Asia maupun Eropa. Keduanya berupaya untuk memenuhi permintaan dari pabrikan baja di China yang penggunaan alloy-nya diprediksikan akan berlipat dua kali lebih besar pada tahun 2020 dari level di tahun 2008.

"Mereka sudah sangat jelas bahwa joint venture ini tidak akan menggelinding dengan baik ke depan; sehingga mereka akan merilis ekspansi ini secepatnya," lata Mark Pervan, Head of Commodity Research Australia & New Zealand Banking Group Ltd.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×