Reporter: Chelsea Anastasia, Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - BANDUNG. Pemerintah memastikan tidak akan mengalokasikan insentif pembelian sepeda motor listrik pada 2026. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi fiskal negara serta hasil perhitungan biaya dan manfaat terhadap perekonomian nasional.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, insentif motor listrik tidak masuk dalam usulan kebijakan insentif sektor otomotif yang diajukan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk tahun depan.
“Motor listrik tidak diberikan insentif tahun ini. Pertimbangannya, kami memahami kekuatan fiskal seperti apa,” ujar Agus di Bandung, Kamis (29/1/2026).
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Tak Ada Insentif Motor Listrik di 2026, Ini Kata Aismoli
Agus berharap kepastian ini mengakhiri spekulasi di masyarakat. Dengan begitu, pasar motor listrik dapat bergerak sejak awal 2026 tanpa tertahan sikap wait and see akibat menunggu subsidi atau insentif pemerintah.
Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) menilai absennya insentif akan membuat pencapaian target penjualan lebih menantang. Meski begitu, Aismoli belum merevisi target penjualan motor listrik tahun ini sebanyak 75.000 unit.
Ketua Umum Aismoli Budi Setiyadi mengatakan, pelaku industri memahami kondisi fiskal pemerintah. Namun, kepastian dan kesinambungan kebijakan tetap dibutuhkan agar pasar terjaga.
“Fokus kami bukan hanya insentif fiskal, tetapi juga kebijakan non-fiskal yang konsisten agar industri memiliki kepastian,” ujarnya, Kamis (29/1).
Baca Juga: Menperin Tegaskan Tidak Ada Insentif Motor Listrik pada 2026, Ini Alasannya
Menurut Budi, tanpa insentif, industri dituntut lebih kreatif dalam skema penjualan dan pembiayaan, serta lebih agresif dalam edukasi konsumen dan penguatan layanan purnajual. Ia mengakui, insentif selama ini berperan sebagai akselerator awal pertumbuhan pasar motor listrik.
“Tanpa insentif, pertumbuhan tetap ada, meski lebih lambat,” katanya.
Senada, Commercial Director Polytron Tekno Wibowo menyatakan ketiadaan insentif tidak serta-merta menekan penjualan motor listrik perusahaan. Ia menilai kesadaran konsumen terhadap manfaat motor listrik terus meningkat.
“Prospek motor listrik masih cerah. Apalagi, sejak 2025 sebenarnya sudah tidak ada lagi subsidi motor listrik,” ujar Tekno.
Baca Juga: Meski Tak Ada Insentif, Polytron Yakin Penjualan Motor Listrik Tumbuh 50% di 2026
Meski tanpa insentif fiskal, pelaku industri berharap pemerintah tetap menjaga konsistensi regulasi dan memperkuat dukungan non-fiskal, termasuk sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, guna menjaga kepercayaan pasar kendaraan listrik nasional.
Selanjutnya: Dana Bansos Rp 600.000 Masuk Rekening Februari, Begini Cara Ceknya
Menarik Dibaca: Netflix Punya 7 Serial Remaja Barat, Siapkah Kamu Hadapi Dramanya?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













