kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.944.000   4.000   0,21%
  • USD/IDR 16.370   -48,00   -0,29%
  • IDX 7.952   15,91   0,20%
  • KOMPAS100 1.106   -0,20   -0,02%
  • LQ45 812   -1,90   -0,23%
  • ISSI 268   1,83   0,69%
  • IDX30 421   0,16   0,04%
  • IDXHIDIV20 488   0,14   0,03%
  • IDX80 122   -0,19   -0,16%
  • IDXV30 132   0,97   0,74%
  • IDXQ30 136   0,14   0,10%

Ekspor hortikultura kian manis


Senin, 02 Maret 2015 / 19:01 WIB
Ekspor hortikultura kian manis
ILUSTRASI.


Reporter: Mona Tobing | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Ekspor komoditas hortikultura pada Januari menggembirakan. Secara volume, ekspor hortikultura mengalami kenaikan hingga 19%. Pasar eksporpun diperluas dengan menyasar Timur Tengah dan Singapura.

Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertanian (Kemtan) mencatat ekspor hortikultura pada Januari 2015 mencapai 31.005 ton naik 19% dari 25.913 ton pada Januari 2014. Sementara nilainya juga naik 8,2% dari US$ 39,1 juta naik 8,26% dibandingkan Januari 2014 sebesar US$ 3,61 juta.

Ada lima komoditas unggulan ekspor hortikultura dua diantaranya mengalami penurunan volume ekspor. Yakni: sayuran dan pisang. Sementara untuk nanas, manggis dan kubis mengalami kenaikan signifikan.

Hasanuddin Ibrahim, Direktorat Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementan mengatakan, meskipun ekspor mengalami kenaikan namun beberapa negara masih menolak produk hortikultura asal Indonesia. Penyebabnya, buah lokal dikategorikan mengandung penyakit lalat buah.

Buah mangga Indonesia sulit menembus pasar Jepang dan Tiongkok. Alasannya, buah Indonesia dianggap tidak higienis dan terkena hama lalat buah yang membuat buah menjadi hitam dan mengeras.

"Kami sedang dorong untuk industri masuk ke pasar buah olahan agar meminimalisir resiko terjangkit lalat buah. Plus kami juga perluas pasar Timur Tengah dan Singapura untuk volume ekspor. Keduanya tidak terlalu mempersoalkan masalah lalat buah," tandas Hasanuddin pada Senin (2/3).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×