Reporter: Mona Tobing | Editor: Yudho Winarto
JAKARTA. Ekspor komoditas hortikultura pada Januari menggembirakan. Secara volume, ekspor hortikultura mengalami kenaikan hingga 19%. Pasar eksporpun diperluas dengan menyasar Timur Tengah dan Singapura.
Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertanian (Kemtan) mencatat ekspor hortikultura pada Januari 2015 mencapai 31.005 ton naik 19% dari 25.913 ton pada Januari 2014. Sementara nilainya juga naik 8,2% dari US$ 39,1 juta naik 8,26% dibandingkan Januari 2014 sebesar US$ 3,61 juta.
Ada lima komoditas unggulan ekspor hortikultura dua diantaranya mengalami penurunan volume ekspor. Yakni: sayuran dan pisang. Sementara untuk nanas, manggis dan kubis mengalami kenaikan signifikan.
Hasanuddin Ibrahim, Direktorat Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementan mengatakan, meskipun ekspor mengalami kenaikan namun beberapa negara masih menolak produk hortikultura asal Indonesia. Penyebabnya, buah lokal dikategorikan mengandung penyakit lalat buah.
Buah mangga Indonesia sulit menembus pasar Jepang dan Tiongkok. Alasannya, buah Indonesia dianggap tidak higienis dan terkena hama lalat buah yang membuat buah menjadi hitam dan mengeras.
"Kami sedang dorong untuk industri masuk ke pasar buah olahan agar meminimalisir resiko terjangkit lalat buah. Plus kami juga perluas pasar Timur Tengah dan Singapura untuk volume ekspor. Keduanya tidak terlalu mempersoalkan masalah lalat buah," tandas Hasanuddin pada Senin (2/3).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News