kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Ekspor kopi Indonesia rawan tersandung sertifikasi


Selasa, 26 Juni 2012 / 15:44 WIB
ILUSTRASI. Seorang dokter memegang sekotak vaksin COVID-19 Sinovac asal China di Rumah Sakit Sao Lucas Universitas Katolik Kepausan Rio Grande do Sul (PUCRS) di Porto Alegre, Brasil, 8 Agustus, 2020. REUTERS/Diego Vara.


Reporter: Handoyo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Maraknya pemberlakuan sertifikasi kopi ramah lingkungan di negara-negara konsumen di Eropa atau di Amerika Serikat (AS), ternyata tidak mempengaruhi kinerja ekspor kopi dari Indonesia.

Meski demikian, bila masalah sertifikasi tidak terselesaikan, citra kopi Indonesia bisa terganggu. Pendapat itu disampaikan oleh Pranoto Soenarto, Wakil Ketua Umum AEKI Bidang Spesialis dan Industri Kopi, Selasa (26/6).

Pranoto bilang, saat ini negara yang paling keras yang memberlakukan adanya sertifikasi kopi asal Indonesia adalah Swiss. "Kami menjadi permainan negara-negara konsumen kopi," keluh Pranoto.

Pranoto mencontohkan, beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Eropa dan AS kini banyak mempermasalahkan kopi luwak asal Indonesia. Menurutnya, kopi luwak yang ditangkarkan mengakibatkan populasinya di alam menjadi berkurang, dan dianggap menyakiti binatang liar.

Pranoto bilang, isu lingkungan yang dihembuskan pihak-pihak di negara konsumen itu, dalam jangka pendek belum mempengaruhi kinerja ekspor kopi Indonesia. Namun, bila kondisi ini tidak segera diselesaikan citra kopi Indonesia akan terganggu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×