kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

El Nino membawa berkah bagi penangkap ikan


Rabu, 12 Agustus 2015 / 21:40 WIB
El Nino membawa berkah bagi penangkap ikan


Sumber: Antara | Editor: Sanny Cicilia

KUPANG. Fenomena cuaca el nino berdampak buruk bagi sektor pertanian dan perkebunan serta irigasi seperti kekeringan, kebakaran hutan, gagal panen, rawan pangan. Namun, anomali cuaca ini membawa berkah untuk perikanan dan kelautan karena jumlah ikan meningkat.

El Nino diperkirakan melanda 18 provinsi hingga November mendatang, sejak Juni lalu. El Nino umumnya ditandai dengan menghangatnya anomali suhu di permukaan Samudera Pasifik.

"Ketika menghangatnya suhu permukaan, memicu salinitas yang semakin tinggi. Dengan salinitas yang tinggi, akan memicu plankton yang merupakan makanan ikan bergerak ke atas permukaan, otomatis ikan mengikuti gerakan makanan tersebut mengumpul di dekat permukaan," kata Peneliti Perikanan dan Kelautan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Feliks Rebhung kepada Antara di Kupang, Rabu (12/8). Karena itu, nelayan bisa meningkatkan produksi tangkapannya. 

Feliks Rebhung yang juga ahli Biokimia Lipada dari Undana Kupang itu mencontohkan pada saat El Nino terakhir 1998, terjadi peningkatan produksi ikan hingga empat kali lipat, yakni dari 500 ton melonjak hingga 2.000 ton.

Panen ikan berkat El Nino terjadi Pantai Barat Sumatera dan Pantai Selatan Jawa, Bali serta Nusa Tenggara seperti ikan lemuru (Sardinella lemuru Bleeker) yang mencapai 80%-98% di Selat Bali.

Jenis ikan lainnya yang diperkirakan melimpah, yakni ikan tuna yang berkumpul di tengah-tengah perairan hangat dan dingin. "Tuna ini tidak bisa bergerak langsung ke perairan dingin, otomatis dia berkumpul di kawasan pasifik atau El Nino Southern Oscillation," katanya.

Untuk itu, ia mengimbau kepada nelayan serta pengusaha di bidang perikanan untuk memasang buoy untuk memonitor suhu permukaan laut, klorofil dan kecepatan arus.

Tapi, perlu disiapkan fasilitas penerapan sistem rantai dingin di sepanjang Pantai Barat Sumatera dan Pantai Selatan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara dalam rangka penyelamatan hasil tangkapan nelayan yang melimpah.

"Sistem rantai dingin belum sempurna. Diharapkan ada persiapan cold storage, baik di pabrik maupun di atas kapal supaya bisa menampung banyak ikan yang berkah ini," katanya.

Nino 3,4 diperkirakan akan terjadi mulai Juni menunjukkan Samudera Pasifik tropis akan terus menghangat sepanjang bulan selanjutnya.

Sebagian besar model menunjukkan suhu permukaan laut pasifik tengah tropis akan berada di atas atau dekat dengan ambang El Nino pada September dan lainnya di dekat ambang batas November.

Kisaran perkiraan Nino 3,4 dari masing-masing model cukup lebar, antara 0,0 derajat celcius hingga 3,0 derajat celcius sampai November tahun ini. (Hironimus Bifel)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×