kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Energi panas bumi tak laku di pasar dalam negeri


Senin, 27 Januari 2014 / 22:35 WIB
ILUSTRASI. P2P Lending


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Rahmat Gobel menjelaskan pembangunan energi panas bumi belum bisa berkembang dengan baik. Pasalnya pemanfaatan energi tersebut belum banyak digunakan oleh pengusaha dan pengembang.

"Pemanfaatan energi panas belum bisa menciptakan global market (pasar global)," ujar Gobel, Senin (27/1).

Gobel pun memprediksikan bahwa pengguna panas bumi di Indonesia hanya ada satu perusahaan yakni PT PLN (persero). Dalam hal ini PLN membutuhkan energi tersebut untuk pembangkit listrik.

"Karena kondisi panas bumi itu kondisinya single buyer, pembelinya hanya PLN," ujar Gobel.

Gobel menjelaskan jika ada single buyer yang jual banyak tapi yang membeli hanya satu, harga pasar tidak akan terbentuk. Selama hanya PLN yang menggunakan, energi panas bumi belum laku dijual di pasar dalam negeri.

"Kalau keekonomian seperti itu, multi seller multi buyer, baru terbentuk harga pasar," ujar Gobel. (Adiatmaputra Fajar Pratama )

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×