kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 -1,49%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ericsson Indonesia Terus Jalin Kerja Sama dengan Operator Telekomunikasi Domestik


Senin, 02 Oktober 2023 / 17:57 WIB
Ericsson Indonesia Terus Jalin Kerja Sama dengan Operator Telekomunikasi Domestik
ILUSTRASI. Perkuat ekspansi bisnis, Ericsson Indonesia terus jalin kolaborasi dengan operator telekomunikasi domestik


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ericsson Indonesia menyatakan akan terus aktif melakukan ekspansi dan kolaborasi bersama beberapa perusahaan telekomunikasi di Indonesia.

Jerry Soper President of Ericsson Indonesia mengatakan salah satu mitranya, Telkomsel, yang merupakan salah satu pemimpin dalam industri telekomunikasi di Indonesia, baru-baru ini memperbarui kerja samanya dengan Ericsson. 

"Kolaborasi ini bertujuan untuk mengembangkan dan memperkuat jaringan 4G/5G mereka di seluruh Indonesia. Melalui kemitraan-kemitraan seperti ini, Ericsson berkomitmen untuk memperluas konektivitas ke daerah-daerah yang sebelumnya kurang mendapatkan perhatian, dengan tujuan memperluas jaringan internet  agar dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia," ujarnya kepada Kontan, Senin (2/10). 

Baca Juga: Ericsson Indonesia Meresmikan 5G Innovation Center di PIDI 4.0

Ia melanjutkan, bersama Telkomsel sejak tahun 2021 telah menyediakan konektivitas yang andal dan mengimplementasikan produk serta solusi Jaringan Akses Radio (RAN) 5G hemat daya dari Ericsson Radio System di berbagai wilayah, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Tengah dan Barat, serta sebagian timur Kalimantan, termasuk Ibu Kota Negara (Nusantara). 

Ericsson juga telah menjalin kemitraan strategis dengan Telkomsel dan Qualcomm untuk mengembangkan roadmap teknologi Fixed Wireless Access berbasis 5G yang bertujuan untuk meningkatkan pengalaman digital di Indonesia. 

"Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari uji coba teknologi 5G yang sukses kami lakukan di Danau Toba, Sumatera di tahun sebelumnya. Selain itu, kami juga telah menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) dalam upaya meningkatkan pengalaman digital di Indonesia melalui uji coba teknologi 5G tercanggih, dengan memanfaatkan spektrum frekuensi 3,5 GHz dan 26 GHz yang disediakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia," urainya.

Dengan fokus pada pengembangan teknologi terbaru, seperti NR-DC (Dual Connectivity) dan network slicing UE Route Selection Policy (URSP), Ericsson berkomitmen untuk mendukung Telkomsel dalam memperluas jaringan 5G mereka di seluruh Indonesia. Upaya ini tidak hanya akan membantu bisnis di Indonesia untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, tetapi juga akan memainkan peran penting dalam mewujudkan inklusi digital di seluruh negeri.

Lalu, bersama dengan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), pada awal tahun ini, Ericsson terus memperkuat kemitraan strategisnya. Ericsson menyelesaikan integrasi jaringan di wilayah Jabodetabek dengan menggunakan teknologi Multi Operator Core Network (MOCN). Hal ini memberikan cakupan yang lebih luas, kualitas layanan dalam ruangan yang lebih baik, dan pengalaman berinternet yang lebih cepat bagi pelanggan IOH. 

Ericsson juga dengan bangga menerima penghargaan Network Partner of The Year untuk RAN dalam acara Marvelous Partner Awards 2023 yang diselenggarakan oleh IOH pada bulan Februari. 

Jerry menuturkan, ini adalah pengakuan atas komitmen Ericsson dalam meningkatkan jaringan IOH.

Baca Juga: Ericsson Membawa Teknologi 5G Kelas Dunia ke Indonesia

Jerry melanjutkan, pada bulan Juni tahun lalu pihaknya berpartisipasi dalam acara tahunan XL Technology Day. 

"Acara ini menjadi platform yang luar biasa bagi kami untuk memamerkan teknologi dan inovasi terbaru kami. Kami juga menjadi pembicara dalam seminar yang menarik. Di stan demo kami dan memperlihatkan sejumlah teknologi yang menarik, termasuk Ericsson Radios System yang efisien secara energi, 5G XR education yang imersif dengan Ericsson BSS, demo future tech experience, Fixed Wireless Access, 5G use-cases for enterprise, dan solusi perangkat keras yang canggih. Pada bulan Agustus tahun lalu, kami juga membawa apa yang kami perlihatkan di MWC ke kantor XL Axiata di Jakarta, dengan total 13 demo yang mengesankan," ujar Jerry.

Dengan kolaborasi yang telah dilakukan oleh penyedia layanan komunikasi, Ericsson memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung CSP dalam meraih manfaat penuh dari konektivitas dan teknologi 5G. 

Ericsson akan terus menguatkan penetrasinya di Indonesia hingga beberapa tahun ke depan. Hal ini sesuai dengan gambaran data Ericsson Mobility Report edisi Juni 2023, di Asia tenggara dan Oseania, langganan 5G bertumbuh pesat dan diperkirakan akan mencapai sekitar 430 juta pada akhir tahun 2028. Sementara itu, data traffic seluler per smartphone diperkirakan akan mencapai sekitar 54 GB per bulan pada 2028. 

Sebagai tambahan, penetrasi teknologi 5G di Indonesia telah mengalami perkembangan yang signifikan. Berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), pada tahun 2022, jaringan 5G telah mencapai 49 kabupaten dan kota di tanah air.

"Hal ini mencerminkan kemajuan yang luar biasa dalam upaya Indonesia untuk menghadirkan konektivitas terkini. Ke depannya, pemerintah telah menetapkan target ambisius untuk mencapai cakupan 5G secara nasional pada tahun 2024 hingga 2025, dengan tujuan memastikan bahwa teknologi internet generasi kelima ini dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia," terang Jerry.

Baca Juga: Ericsson Prediksi Jumlah Pengguna Internet 5G Akan Tumbuh Signifikan Secara Global

Tidak hanya itu, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu dari sepuluh negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030. Ini merupakan pencapaian yang membanggakan dan menunjukkan komitmen Indonesia dalam berada di garis depan dalam menghadapi tantangan dan peluang global.

Sebuah studi yang dilakukan oleh The Asian Development Bank yang berjudul "Innovate Indonesia Unlocking Growth Through Technological Transformation" menyatakan bahwa dengan adopsi teknologi baru, produktivitas dapat meningkat dan berpotensi mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) secara signifikan hingga mencapai 11% dalam kurun waktu 2020 hingga 2040.

"Inilah mengapa kami dengan tekad kuat mendukung agenda Pemerintah menuju Industri 4.0 dan juga program Percepatan Transformasi Digital Nasional. Dengan kerja sama dan komitmen bersama, kita dapat membentuk masa depan yang lebih terhubung, inklusif, dan penuh peluang untuk Indonesia, memanfaatkan kekuatan teknologi dan jaringan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi digital serta menghadapi era transformasi dan inklusi digital dengan percaya diri," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×