kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.691   105,00   0,60%
  • IDX 6.456   -267,61   -3,98%
  • KOMPAS100 855   -37,90   -4,24%
  • LQ45 636   -21,59   -3,28%
  • ISSI 233   -9,88   -4,07%
  • IDX30 361   -9,96   -2,68%
  • IDXHIDIV20 446   -9,21   -2,02%
  • IDX80 98   -3,83   -3,76%
  • IDXV30 127   -2,90   -2,23%
  • IDXQ30 116   -2,88   -2,42%

ESDM klaim pembangkit energi terbarukan tumbuh 10% per tahun sejak 2011


Kamis, 25 Januari 2018 / 15:54 WIB
ILUSTRASI. ENERGI BARU TERBARUKAN panel surya


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembangkit listrik Energi Baru Terbarukan (EBT) terus memberikan kontribusi terhadap perkembangan pembangkit listrik. Sejak tahun 2011, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat pembangkit listrik EBT mengalami peningkatan rata-rata sebesar 10% setiap tahun.

"Catatan ini adalah bukti komitmen pemerintah dalam mengembangkan EBT. EBT juga harus menarik bagi investor, dan harga jual listriknya tetap harus kompetitif agar tarif konsumen tidak mahal," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam siaran pers, Kamis (25/1).

Tren positif kontribusi pembangkit EBT tersebut dimulai dengan kapasitas terpasang sekitar 5,16 Gigawatt (GW). Angka ini mengalami peningkatan pada tahun 2012, yaitu sebesar 5,48 GW atau naik 6,2%.

Selanjutnya, pada tahun 2013, kontribusi EBT meningkat sebesar 21,1% atau menjadi 6,6 GW. Tahun-tahun berikutnya, tren peningkatan pemanfaatan EBT bagi pembangkit juga terus terjadi.

Pembangkit Listrik EBT menyumbang 7,5 GW atau meningkat 13,3% pada tahun 2014, 8,4 GW atau 12,1% pada tahun 2015 dan 8,8 GW atau 4,2% pada tahun 2016. Sementara untuk tahun 2017, pencapaian total kapasitas pembangkit EBT meningkat sebesar 3,2% dari tahun sebelumnya atau setidaknya mencapai 9,1 GW.

Dengan rincian, penyediaan pembangkit panas bumi adalah 1.838,50 MW, PLT Bioenergi sebesar 1.834 MW, PLT Mini/Mikro Hidro sebesar 203,02 MW, PLT Surya 89,48 MW, PLT Air sebesar 5.124,60 MW dan PLT Bayu sebesar 1,12 MW.

Pemerintah terus menjaga peningkatan kontribusi pembangkit listrik berbasis EBT diantaranya PLT Bayu Sidrap tahap 1 dan rencana tahap 2 serta PLTB Jeneponto, PLTB Tanah Laut, PLT Arus Laut Larantuka, PLTS Terapung Cirata, PLTM Wadubori, PLTMH Warabiai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×