Reporter: Handoyo | Editor: Asnil Amri
JAKARTA. PT First Lamandau Timber International (FLTI) meresmikan pabrik pengolahan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) senilai Rp 95 miliar. Beroperasinya pabrik FLTI ini akan mengerek produksi CPO FLTI menjadi 225 ton per jam.
Laberte Andri Haryo, General Service Triputra Agro Persada (TAP) Group mengatakan, bertambahnya operasional pabrik baru ini menambah jumlah pabrik pengolahan CPO milik FLTI menjadi lima unit. "Pembangunan pabrik kelapa sawit ini merupakan solusi dari perkebunan sawit yang sudah mulai masuk usia produktif," kata Andri, Rabu (4/4).
Selama ini, FLTI memiliki empat pabrik yang berlokasi di Jambi, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Dari empat pabrik CPO yang tengah terbangun, produksinya baru mencapai 210 ton per jam. Tahun lalu, FLTI memproduksi 204.004 ton dengan mayoritas pasar domestik.
Walaupun sudah memiliki lima pabrik, tahun depan perusahaan berencana membangun tiga pabrik pengolahan CPO lagi. Penambahan pabrik untuk mengiringi produktifitas produksi CPO yang bertambah, sebab tanaman sawit milik FLTI banyak yang berusia lima tahun.
Menurut Andri, penambahan tiga pabrik CPO baru itu berlokasi di Aceh, Kalimantan Tengan dan Kalimantan Timur. "Untuk investasinya rata-rata sama sekitar Rp 95 miliar," jelas Andri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













