kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Freeport ajukan permohonan ekspor konsentrat


Selasa, 25 Februari 2014 / 16:27 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi Harga Emas Hari Ini (Jumat, 7 Oktober 2022) Antam dan UBS di Pegadaian. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Muhammad Yazid | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan telah menerima usulan permohonan rekomendanasi ekspor konsentrat dari PT Freeport Indonesia.

Permohonan tersebut masih dalam pembahasan, sebelum nantinya pemerintah memberikan restu kepada perusahaan asal Amerika Serikat tersebut untuk menjual mineral olahan tanpa permunian ke luar negeri.

R Sukhyar, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM mengatakan, pihaknya telah menerbitkan surat edaran yang memuat berbagai persyaratan bagi perusahaan tambang untuk memperoleh rekomendasi ekspor. "Perusahaan yang telah mengajukan permohonan rekomendasi ekspor konsentrat, baru Freeport saja," kata dia, Selasa (25/2).

Pada pertengahan Februari lalu, Kementerian ESDM telah menerbitkan surat edaran nomor 01E/30/DJB/2014 yang memuat tentang persyaratan salinan dokumen yang harus dilampirkan pengusaha untuk mendapatkan rekomendasi ekspor.

Menurut Sukhyar, permohonan rekomendasi dari Freeport tersebut akan diproses terlebih dahulu sebelum disetujui. Dia menambahkan, hingga sekarang pihaknya belum menerima permohonan serupa dari PT Newmont Nusa Tenggara untuk kegiatan ekspor konsentrat tembaga.

Nantinya, setelah mendapatkan rekomendasi dari Kementerian ESDM, PT Freeport Indonesia harus mengajukan permohonan ke Kementerian Perdagangan untuk memperoleh pengakuan eksportir terdaftar (ET) produk konsentrat. "Kami proses dulu, apakah sudah memenuhi syarat atau belum," kata Sukhyar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×