kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Garam impor harus masuk ke IKM


Rabu, 16 Agustus 2017 / 21:18 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Proses distribusi garam impor harus tepat sasaran agar memperbaiki harga. Terutama untuk diserap industri kecil menengah (IKM).  

"75.000 ton garam impor saat ini harus masuk IKM," ujara Sudirman Saad, Mantan Komisaris Utama PT Garam, pada diskusi tentang garam yang dilakukan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Jakarta, Rabu (16/8).

Sudirman bilang, sebelumnya garam impor masuk ke industri besar. Hal tersebut disebabkan karena diperlukannya setoran modal awal untuk menyerap garam impor. Akibatnya kehadiran garam impor tidak menurunkan harga.

Namun, Sudirman menyarankan agar pemerintah memperkuat sektor hulu. Menurutnya bila produksi garam rakyat naik, garam impor disimpan terlebih dulu di gudang. Meskipun terdapat risiko kerugian bagi PT Garam.

Peningkatan kualitas garam pun diperlukan. Garam yang dipanen terlalu cepat akan membuat kadar air tinggi. Sudirman menyatakan saat ini garam yang susut saat garam diproses sebesar 30% hingga 40%.

Sudirman juga mengingatkan agar menyudahi perbandingan antara impor garam dan panjang garis pantai yang Indonesia. Sudirman menjelaskan lahan potensial untuk tambak garam di Indonesia hanya seluas 29 hektar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×