kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Garuda Metalindo (BOLT) Bidik Laba Bersih Tumbuh 15% pada 2026, Begini Strateginya


Jumat, 15 Mei 2026 / 14:36 WIB
Garuda Metalindo (BOLT) Bidik Laba Bersih Tumbuh 15% pada 2026, Begini Strateginya
ILUSTRASI. PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) menyiapkan sejumlah strategi untuk menggenjot kinerja keuangan tahun ini. ?(Dok/BOLT)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) menyiapkan sejumlah strategi untuk menggenjot kinerja keuangan tahun ini. Sepanjang 2026, emiten komponen otomotif ini optimistis mampu meraih pertumbuhan laba bersih sekitar 15%, serta peningkatan pendapatan sebesar 5% hingga 10%.

Adapun BOLT juga berfokus menggarap pasar ekspor tahun ini. Pasalnya, pada kuartal I-2026 saja Garuda Metalindo telah mencatat ekspor yang meningkat 14,2% year on year (yoy) dari Rp 25 miliar menjadi Rp 29 miliar.

Sementara tahun lalu, pendapatan ekspor BOLT mencapai Rp 120 miliar atau berkontribusi sekitar 7,2% dari total pendapatan Rp 1,67 triliun pada 2025. 

Baca Juga: Kinerja Garuda Metalindo (BOLT) Meningkat Dobel Digit pada Kuartal I-2026

Maka itu, tahun ini BOLT menargetkan pertumbuhan kontribusi ekspor ke pendapatan sebanyak 8% hingga 10%. 

"Pada kuartal I, kinerja ekspor ditopang pengiriman ke Jerman, diikuti oleh India dan negara tujuan lainnya," jelas manajemen BOLT dalam keterangan resmi, Selasa (12/5/2026).

Untuk mencapai sejumlah target itu, strategi BOLT berfokus pada ekspansi, diversifikasi bisnis, serta investasi teknologi.

Dari aspek ekspansi, manajemen BOLT mengungkap perusahaan akan memperdalam penetrasi di segmen kendaraan roda dua dan roda empat, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekspor ke Eropa, India, dan Amerika Serikat dengan memanfaatkan pergeseran rantai pasok global yang sedang berlangsung. 

Seiring dengan hal tersebut, BOLT mengaku juga akan memperluas pangsa pasar ekspor untuk raw mats, khususnya steel wire, ke pasar-pasar yang mencari alternatif pemasok.

Baca Juga: Garuda Metalindo (BOLT) Incar Pasar Kendaraan Listrik, Begini Strateginya

"Dari sisi diversifikasi, kami melihat potensi pertumbuhan yang semakin besar di segmen non-otomotif, termasuk alat berat, infrastruktur, industri umum, serta peluang ekspor steel wire," lanjut manajemen BOLT.

BOLT berharap segmen-segmen tersebut dapat mendukung pertumbuhan industri lainnya (others), memperbaiki bauran pendapatan, dan memperkuat ketahanan bisnis jangka panjang.

Sementara itu, dalam fokus investasi teknologi, perusahaan menyebut telah mengalokasikan belanja modal sekitar Rp 60 miliar untuk tahun 2026, dengan sekitar 75% dialokasikan untuk pengembangan teknologi dan peningkatan efisiensi. 

Baca Juga: Tekan Emisi di Semua Lini Bisnis, PGEO Pakai PLTS di Fasilitas Operasional & Kantor

"Fokus utama mencakup digitalisasi proses bisnis, otomasi, serta inisiatif efisiensi operasional lainnya," imbuh manejemen BOLT.

Upaya ini juga disebut akan diperkuat melalui implementasi otomasi secara bertahap melalui implementasi otomasi di seluruh pabrik, penambahan panel surya, optimalisasi material melalui perbaikan desain dan engineering, serta efisiensi tenaga kerja dan proses produksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×