kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Genjot e-money, Telkomsel gandeng Bank Mega


Senin, 21 April 2014 / 21:42 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi pergerakan jual beli saham. KONTAN/Muradi/2017/07/20


Reporter: Merlinda Riska | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Perusahaan halo-halo pelat merah, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) menggandeng Bank Mega untuk implementasikan bisnis uang elektronik (e-money).

Alex Janangkih Sinaga, Direktur Utama Telkomsel, menyatakan, perusahaan telah meneken MoU (Memorandum of Understanding) dengan Bank Mega, perusahaan di bawah Para Group milik taipan Chairul Tandjung, beberapa waktu lalu.

"Kami kerjasama dengan Bank Mega, arahnya adalah agar kami bisa membidik perusahaan-perusahaan ritel di bawah Para Group untuk implementasikan mobile e-money kami," kata dia, di Kementerian Komunikasi dan Informasi, Senin (21/4).

Menurutnya, implementasi mobile e-money itu akan berbasis Near Field Communication (NFC). Artinya, nasabah Bank Mega yang juga pengguna Telkomsel cukup menempelkan ponsel ke device untuk bertransaksi. Lalu akan dikembangkan juga Mobile Point Of Sale (MPOS) bagi Bank Mega dimana ponsel smartphone sudah terintegrasi dengan kartu kredit atau debit. "Targetnya bisa komersialisasi tahun ini," katanya.

Seperti diketahui, untuk sektor ritel, Para Group memang memiliki beberapa nama besar, yaitu Carrefour, Baskin and Robbins, PT Mahagaya Perdana (Prada, Miu Miu, Tods, Aigner, Brioni, Celio, Hugo Boss, Francesco Biasia, Jimmy Choo, Canali, Mango), The Coffee Bean, dan lain-lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×