kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.939   104,00   0,58%
  • IDX 6.299   -76,31   -1,20%
  • KOMPAS100 819   -14,09   -1,69%
  • LQ45 623   -9,92   -1,57%
  • ISSI 219   -2,18   -0,99%
  • IDX30 345   -5,37   -1,53%
  • IDXHIDIV20 429   -4,96   -1,14%
  • IDX80 93   -1,50   -1,58%
  • IDXV30 117   -1,48   -1,24%
  • IDXQ30 111   -1,66   -1,48%

GIAMM Bidik Pasokan Komponen EV Lokal Capai 60% pada 2030


Kamis, 24 September 2026 / 20:50 WIB
GIAMM Bidik Pasokan Komponen EV Lokal Capai 60% pada 2030
ILUSTRASI. Industri komponen otomotif dalam negeri mulai menyiapkan kapasitas untuk memenuhi peningkatan kewajiban tingkat komponen dalam negeri (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri komponen otomotif dalam negeri mulai menyiapkan kapasitas untuk memenuhi peningkatan kewajiban tingkat komponen dalam negeri (TKDN) kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB).

Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) menargetkan anggotanya dapat memasok 50%-60% kebutuhan komponen kendaraan listrik pada 2030.

Target tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah yang akan meningkatkan TKDN KBLBB secara bertahap hingga minimal 80% pada 2030. Kenaikan TKDN diharapkan membuka peluang lebih besar bagi produsen komponen lokal untuk masuk ke dalam rantai pasok kendaraan listrik.

Ketua Bidang Promosi dan Public Relations GIAMM Gagat Prijawan mengatakan, peningkatan kewajiban TKDN akan memberikan ruang bagi industri komponen domestik untuk memperluas kontribusinya terhadap produksi kendaraan listrik.

“Keterlibatan kita paling tidak bisa di angka 50%-60% pada 2030 untuk EV. Karena sekarang EV ini juga baru bagi kami, jadi anggota GIAMM membuat komponen EV juga belum banyak,” kata Gagat ditemui di Tangerang, Kamis (24/9/2026).

Baca Juga: Penambahan Cadangan BBM Butuh Biaya Mahal, Ini Solusi Ekonom

Menurut Gagat, peningkatan volume produksi kendaraan menjadi salah satu faktor penting untuk mempercepat lokalisasi komponen. Semakin besar volume produksi, biaya produksi komponen lokal dapat ditekan melalui skala ekonomi sehingga daya saing terhadap produk impor meningkat.

“Kalau volumenya naik, TKDN-nya pasti naik. Lokalisasinya pasti naik,” ujarnya.

Pasokan Komponen Lokal untuk Mobil China

Saat ini, kontribusi anggota GIAMM dalam memasok komponen bagi mobil merek China yang dirakit di Indonesia masih berada di kisaran 10%-15%.

Gagat menyebut persaingan harga menjadi salah satu tantangan yang dihadapi industri komponen lokal untuk meningkatkan porsi pasokan. Volume produksi yang masih terbatas membuat biaya produksi komponen dalam negeri relatif tinggi karena investasi peralatan harus dibebankan pada jumlah produksi yang belum besar.

“Kalau volume kita besar, harga kita juga tidak kalah dengan China,” kata Gagat.

Meski demikian, Gagat menilai kemampuan industri komponen dalam negeri untuk memenuhi target TKDN kendaraan listrik hingga 80% bukan menjadi persoalan utama. Menurut dia, sejumlah produk komponen lokal bahkan telah memiliki tingkat kandungan dalam negeri yang mencapai 80%.

“Karena sekarang pun juga sudah ada yang 80%. Tinggal butuh volumenya saja. Sepeda motor sudah 90% ke atas TKDN. Kalau untuk mobil, ada yang sudah 80%, ada yang 60%,” jelasnya.

Industri Hulu Jadi Tantangan TKDN Kendaraan Listrik

Selain peningkatan kapasitas produksi, penguatan industri hulu juga menjadi faktor penting dalam mendorong TKDN kendaraan listrik. Industri komponen membutuhkan dukungan pasokan bahan baku domestik, antara lain logam, karet, dan plastik.

Baca Juga: Menperin Ungkap Empat Tantangan Industri Hadapi Kewajiban Sertifikasi Halal

Gagat mengatakan ketergantungan terhadap bahan baku impor masih menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan kandungan lokal industri komponen otomotif.

Ia mencontohkan industri baja nasional yang belum sepenuhnya mampu menyediakan material dengan spesifikasi tertentu sesuai kebutuhan industri otomotif.

Menurut Gagat, kondisi tersebut salah satunya berkaitan dengan volume kebutuhan industri otomotif yang belum cukup besar untuk membuat produksi material tertentu menjadi ekonomis.

Karena itu, peningkatan volume produksi kendaraan dinilai tidak hanya berdampak terhadap biaya komponen, tetapi juga dapat mendorong terbentuknya rantai pasok domestik yang lebih luas, mulai dari bahan baku hingga komponen kendaraan.

Target TKDN KBLBB 80% pada 2030

Pemerintah menetapkan peningkatan TKDN kendaraan listrik secara bertahap. Tingkat TKDN KBLBB ditargetkan mencapai 40% hingga 2026, kemudian meningkat menjadi 60% mulai 2027.

Selanjutnya, pemerintah menargetkan TKDN KBLBB mencapai minimal 80% mulai 2030.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×