kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Grab harap taksi online tak disebut ilegal lagi


Kamis, 19 Oktober 2017 / 21:15 WIB
Grab harap taksi online tak disebut ilegal lagi


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Grab Indonesia berkomentar terhadap revisi peraturan menteri perhubungan nomor 26 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek (PM 26). 

Head of Public Affairs Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno mengaku sampai saat ini belum menerima draft final peraturan tersebut. Namun dalam diskusi yang sudah terjadi dia melihat ada sebagian permintaan perusahaan teknologi aplikasi penyedia transportasi yang diakomodir tapi sebagian pula tidak.

"Tapi hasil akhirnya kami belum tahu," ujar Tri, Kamis (19/10).

Grab memilih wait and see. "Dengan ada payung hukum harapannya tidak ada lagi yang bilang angkutan online itu ilegal," katanya.

Dalam revisi permenhub tersebut, ada poin tentang kuota taksi online yang bakal diterapkan. Tri mengatakan Grab akan patuh walau selama ini beberapa daerah masih ada penolakan terhadap moda transportasi ini. Kawasan semacam Batam dan Kalimantan Timur pemerintah daerahnya belum menerima keberadaan mereka.

"Tapi kalau yang di Jawa Barat, kemarin sudah diklarifikasi. Ternyata tidak seperti yang dibicarakan soal ada penolakan," kata Tri. Grab berjanji setelah menerima peraturan dan perumusan kuota tersebut akan mempelajari dan dapat memberitahukan posisi dan sikap perusahaan seperti apa.

Lagi pula selama ini perusahaan transportasi online juga diikutsertakan untuk mengusulkan persoalan hitungan kuota. "Cara hitung kemarin kami juga kasih masukan," ungkapnya. Namun saat ini hal tersebut masih belum bisa diinformasikan, menunggu ketetapan pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×