kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga ayam dan telur stabil tinggi selama Januari


Selasa, 22 Januari 2019 / 15:03 WIB


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga ayam dan telur Jakarta dilaporkan dalam keadaan stabil mahal. Berdasarkan pantauan Kontan.co.id, Selasa (22/1) di beberapa pasar di bilangan Jakarta Barat, harga seekor ayam dengan berat 1,1 kg di pasar Palmerah berada di kisaran Rp 28.000 - Rp 30.000 per kg.

Dewi pedagang di pasar Palmerah mengatakan harga tersebut sudah stabil mahal sejak beberapa pekan lalu. Sedangkan harga telur berada di Rp 26.000 per kg.

Keadaan sama juga terlihat di pasar Slipi dimana harga seekor ayam di kisaran Rp 35.000 per kg. Menurut pedagang setempat, harga tersebut sudah mahal sejak pembelian dari kandang di Jawa Timur.

Adapun dalam catatan Kontan, pada awal Januari tahun ini, harga ayam dan telur stabil tinggi dalam beberapa minggu terakhir dan berada di posisi Rp 38.000 per ekor ayam dan Rp 27.000 per kg telur.

Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri menyampaikan harga ayam dan telur sejak beberapa bulan terakhir ini memang terpantau stabil mahal.

"Harga ayam dan telur sudah sulit turun karena sudah berbulan-bulan stabil mahal, ini masalah DOC," kata dia kepada Kontan.co.id.

Indonesia selama ini memang banyak bergantung pada impor bibit ayam alias Day Old Chicken (DOC). Menurut Abdullah, pengadaan impor yang umumnya dijalankan oleh swasta, minim pengawasan sehingga bisa terjadi penahanan stok dari sisi mereka.

"Maka pengadaan bibit impor tersebut harus benar diawasi agar tidak terjadi penumpukan maupun permainan harga," katanya.

Namun di sisi lain, mengingat ini adalah musim hujan, maka penyebab lain stabil mahalnya harga ayam dan telur bisa jadi disebabkan oleh kondisi pakan mereka, yakni jagung.

Pasalnya dalam keadaan hujan ini, proses pengeringan jagung menjadi terkendala dan bisa jadi menaikkan harga pakannya.

"Harga jagung untuk pakan tinggi ini sangat mempengaruhi ke ayam dan telur," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×