kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.980   7,00   0,04%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Harga cabai merah kembali tinggi


Senin, 04 November 2013 / 11:04 WIB
ILUSTRASI. Berlaku hingga akhir bulan Juni 2022, dapatkan cashback 70% saat membeli pulsa Telkomsel dengan OVO Cash.


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Harga cabai merah di Jakarta kembali tinggi, yaitu Rp 40.000 per kilogram. Tingginya harga cabai diakibatkan antara lain berkurangnya pasokan ke Pasar Induk Kramat Jati. Pasokan berkurang karena musim hujan mulai datang.

”Semalam harganya naik dari Rp 32.000 per kg menjadi Rp 40.000. Pasokan yang saya terima hanya 2,3 kuintal, biasanya dapat pasokan lebih dari 3 kuintal,” kata Erwin (23), pedagang cabai di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (2/11/2013).

Hal serupa disampaikan pedagang lainnya di Pasar Induk Kramat Jati, Uci (50). ”Pasokan sedikit. Biasanya dapat kiriman dari Solo sekitar 4 ton, tetapi kini hanya 1 ton,” ucap Uci.

Kenaikan harga cabai pernah terjadi pada Februari lalu. Harga cabai naik dari Rp 20.000 menjadi Rp 30.000 per kg. Pada April, harga cabai naik sampai Rp 58.000 per kg. Adapun pada Juli, harga cabai menembus Rp 70.000-Rp 80.000 per kg.

Sejumlah pedagang di pasar tradisional, seperti Pasar Jatinegara (Jakarta Timur) dan Pasar Minggu (Jakarta Selatan), bahkan telah menjual cabai merah dengan harga Rp 40.000 sejak sepekan yang lalu. ”Harganya tinggi, untuk balik modal saja sudah mepet,” kata Majid (40), salah satu pedagang di Pasar Jatinegara.

Selain Majid, pedagang lainnya, Oman (45), Abdulrahman (45), dan Salim (34), mengharapkan harga cabai kembali turun sehingga penjualan semakin lancar. ”Inginnya harga cabai sekitar Rp 30.000 per kg dan stabil agar banyak pembeli. Biasanya setiap orang beli 1 kg, kini paling hanya 0,25 kg karena harganya mahal,” ucap Salim.

Pembeli pun menginginkan harga yang terjangkau dan stabil. ”Harga cabai dan bahan makanan mahal. Sekarang susah memperkirakan pengeluaran, kadang tinggi dan gak stabil,” kata Sahid, salah satu pembeli di Pasar Jatinegara.

Beras

Sementara itu, harga beras di Pasar Induk Cipinang relatif stabil. Di pasar ini, beras kualitas super dijual Rp 9.200-Rp 9.300 per kg. Adapun harga beras kualitas medium mencapai Rp 8.000-Rp 8.200 per kg dan beras kualitas rendah sekitar Rp 7.800-Rp 7.900 per kg.

”Harga dan pasokan masih stabil, belum ada gejolak,” kata Roji (40), salah satu pedagang beras yang menyediakan 40 ton beras di gudangnya.

Meskipun demikian, sejumlah pedagang beras di pasar Jatinegara dan Pasar Minggu mengatakan, harga jual beras turun sekitar Rp 100-Rp 200 per kg. (DKA/Kompas cetak)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×