kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Harga gas industri mahal, impor sejumlah sektor naik


Selasa, 05 Mei 2020 / 04:10 WIB


Reporter: Filemon Agung | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga gas industri di dalam negeri yang tinggi menekan sejumlah sektor industri. Akibatnya, produktivitas pelaku usaha kian menyusut. Sementara secara historis volume impor terus mendaki.

Berikut ini sektor-sektor yang mencatatkan kenaikan impor dalam kurun waktu 2014-2019 karena efek harga gas industri menurut catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM):

Keramik

Harga gas di plant gate untuk industri keramik naik 21,2% menjadi US$ 9,16 per mmbtu. Kenaikan harga tersebut berdampak pada penurunan produksi keramik sebesar 21,1% menjadi 347 juta meter persegi (m²) dari 2014 hingga 2019. Sementara impor industri keramik meningkat hingga 63,3% menjadi 89,8 juta m² dalam rentang waktu yang sama.

Gelas

Produksi industri gelas turun 38,2% menjadi 0,77 juta ton per hari karena harga gas naik 21,2% menjadi US$ 9,16 per mmbtu. Impor gelas dari Malaysia lantas meningkat 12,7% menjadi US$ 101,8 juta pada tahun lalu. 

Empat pabrik gelas bahkan tercatat tutup produksi dalam rentang tahun 2014-2019. Keempatnya meliputi KIG Jakarta, Iglass Surabaya yang sudah beroperasi 30 tahun, FNG Jakarta dan Samudera Kudus.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×