kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -8.000   -0,30%
  • USD/IDR 18.135   100,00   0,55%
  • IDX 5.912   39,07   0,67%
  • KOMPAS100 769   5,82   0,76%
  • LQ45 587   4,49   0,77%
  • ISSI 203   0,67   0,33%
  • IDX30 333   2,19   0,66%
  • IDXHIDIV20 411   0,93   0,23%
  • IDX80 88   0,82   0,94%
  • IDXV30 111   0,16   0,14%
  • IDXQ30 107   0,26   0,24%

Harga kontrak teraktif karet turun sebanyak 9,8% dalam sepekan


Sabtu, 26 Februari 2011 / 19:39 WIB
ILUSTRASI. Seorang penerima memperlihatkan sertifikat tanah wakaf masjid, mushola, dan pasantren yang diserahkan Presiden Joko Widodo seusai melaksanakan ibadah Jumat di Banda Aceh, Aceh, Jumat (14/12/2018). Pemerintah telah membagikan lima juta sertifikat tanah ter


Sumber: Bloomberg | Editor: Rizki Caturini

TOKYO. Pada awal minggu (21/2) kontrak karet untuk pengiriman Juli 2010 turun 0,8% menjadi 522,1 yen per kg atau US$ 6.277 per metrik ton dan berada di posisi 524,9 yen di Tokyo Commodity Exchange.

Sebelumnya, harga karet sempat naik 1,2% mengikuti kenaikan harga minyak dunia. Harga karet sempat juga menyentuh rekor pada 18 Februari 2011 di angka 535,7 yen per kg.

Pada hari kedua minggu ini (22/2), harga karet turun kembali 3,3%. Kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange turun menjadi 507,8 yen per kg sebelum diperdagangkan di angka 508,4 yen pada pukul 2:45 waktu setempat.

Harga karet pada (23/2) juga turun sebesar 3,4% menjadi 489,6 yen per kg atau US$ 5.930 per metrik ton untuk kontrak pengiriman Juli 2011. Hari sebelumnya (24/2), kontrak karet di Tokyo Commodity Exchange pun melanjutkan pelemahannya turun menjadi 469,3 yen per kg atau US$ 5.716 per metrik ton sebelum berada di posisi 478,8 yen.

Pelemahan terus berlanjut pada hari berikutnya. Pada (24/2) harga karet untuk kontrak pengiriman Agustus 2011 turun 1,8% menjadi 470 yen per kilogram (kg) atau US$ 5.738 per metrik ton kemarin (25/2) sebelum berada di posisi 475 yen per kg di Tokyo Commodity Exchange.

Sepanjang minggu ini, harga karet untuk kontrak teraktif telah luruh 9,8% dan menjadi yang terburuk sejak 7 Mei 2010. Penyebabnya adalah ketidakstabilan politik di Timur Tengah dan Afrika yang akan menyedot biaya dan perlambatan pemulihan ekonomi, sehingga melemahkan permintaan karet untuk bahan baku ban.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×