Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia
JAKARTA. Harga aktual lahan kawasan industri di Jababeka City, Bekasi, Jawa Barat, tembus US$ 220 atau setara Rp 3,059 juta per meter persegi.
Angka ini lebih tinggi ketimbang harga rerata lahan kawasan industri lainnya di Bogor, Tangerang, Karawang, dan Serang yang berada pada level US$ 130,70 hingga US$ 185.
Menurut Direktur PT Jababeka Tbk, Sutedja Sidarta Darmono, harga tersebut sudah berlaku efektif sejak kuartal IV-2015.
"Permintaan meningkat, ada banyak perusahaan multinasional yang meminati kawasan industri di Jababeka. Jadi harga bergerak terus," ujar Sutedja kepada Kompas.com, Senin (11/1).
Pada kuartal IV-2015, lahan kawasan industri di Jababeka City terserap 2 hektar. Sementara kawasan industri lainnya macam Bekasi Fajar Industrial Estate, Modern Cikande, dan Krakatau Industrial Estate Cilegon terjual masing-masing 10 hektar, 2,42 hektar, dan 1,2 hektar.
Secara umum, menurut riset Colliers International Indonesia, subsektor kawasan industri sepanjang 2015 masih menunjukkan kinerja kurang menggembirakan.
Hal ini ditandai dengan minimnya pasokan yang hanya seluas 20 hektar masuk pasar. Terbatasnya pasokan ini, karena harga lahan sudah semakin menjulang akibat masifnya praktik konversi menjadi properti hunian dan komersial.
Sementara dari segmen penjualan, tidak lebih baik dari tahun 2014. Total penjualan lahan industri sepanjang 2015 tercatat seluas 347,51 hektar atau 79% lebih rendah dari penjualan tahun sebelumnya.
Lima jenis industri yang mendominasi penyerapan lahan ini adalah industri makanan sebesar 31,39%. Disusul industri otomotif 26,56%, material bangunan 7,26%, logistik dan pergudangan 7,17%, dan barang-barang konsumsi 6,62%. (Hilda B. Alexander)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News