kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.736   51,00   0,29%
  • IDX 6.371   -228,56   -3,46%
  • KOMPAS100 843   -31,00   -3,55%
  • LQ45 635   -16,26   -2,50%
  • ISSI 228   -10,12   -4,25%
  • IDX30 361   -7,63   -2,07%
  • IDXHIDIV20 447   -8,36   -1,83%
  • IDX80 97   -3,13   -3,13%
  • IDXV30 125   -3,42   -2,67%
  • IDXQ30 117   -1,94   -1,63%

Harga LNG Global Melonjak, Indonesia Diminta Fokus Amankan Pasokan Energi


Selasa, 19 Mei 2026 / 16:01 WIB
Harga LNG Global Melonjak, Indonesia Diminta Fokus Amankan Pasokan Energi
ILUSTRASI. Kapal Tanker LNG (REUTERS/Issei Kato)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

Ia menyebut, eskalasi konflik di Timur Tengah sejak Februari 2026 telah memicu lonjakan harga acuan LNG global.

Baca Juga: Xpeng Kuasai Manufaktur EV Erajaya, Pengamat Soroti Pentingnya Transfer Teknologi

Japan Crude Cocktail (JCC) tercatat naik sekitar 97%, sedangkan Japan Korea Marker (JKM) melonjak sekitar 111% sepanjang Maret–April 2026.

Kenaikan tersebut turut mendorong Indonesian Crude Price (ICP) meningkat sekitar 99% dibanding asumsi awal tahun.

Menurut Iwa, publik perlu memahami bahwa harga LNG domestik tetap terhubung dengan mekanisme pasar global karena formula harga masih mengacu pada indikator internasional seperti JCC dan JKM.

“Untuk mengamankan LNG domestik, kita harus mengubah mindset dari ‘jual semurah mungkin’ menjadi ‘jamin pasokan dulu, harga dikelola’. Jangan denial dengan menahan harga terlalu lama,” katanya.

Pemerintah Diminta Prioritaskan Pasokan Domestik

Di tengah pasar LNG global yang semakin ketat, Iwa menilai pemerintah perlu memprioritaskan pengamanan pasokan dalam negeri, termasuk mempertimbangkan pengalihan sebagian pasokan LNG ekspor untuk kebutuhan domestik.

Menurut dia, langkah tersebut penting karena sektor industri merupakan penggerak utama ekonomi nasional dan pencipta lapangan kerja.

Baca Juga: CNG Jadi Substitusi LPG, Bagaimana Nasib Proyek DME?

“Tanpa kepastian energi, industri akan menghadapi tekanan produksi yang pada akhirnya berdampak luas terhadap ekonomi,” ujarnya.

Ia juga menekankan peran strategis gas bumi sebagai energi transisi dan penopang daya saing industri nasional.

“Tanpa gas, transisi energi tidak mungkin berjalan dan kehilangan gas sama saja kehilangan daya saing industri,” katanya.

Meski harga LNG domestik nantinya disesuaikan, Iwa meyakini LNG masih lebih kompetitif dibanding energi fosil lainnya.

Berdasarkan perhitungan BPH Migas dan Kementerian ESDM, 1 MMBTU gas setara dengan sekitar 7 liter solar.

Jika harga LNG setelah penyesuaian mencapai Rp 150.000 per MMBTU, maka nilainya setara sekitar Rp 21.400 per liter solar.

Sementara itu, harga solar industri nonsubsidi saat ini disebut sudah jauh lebih tinggi, belum termasuk biaya perawatan mesin yang lebih mahal.

Baca Juga: AREBI Percepat Sertifikasi Kompetensi Broker Properti

Selain itu, gas dinilai memiliki efisiensi pembakaran lebih tinggi, yakni sekitar 90%–95%, dibanding solar yang berkisar 80%–85%.

Emisi karbon gas juga disebut sekitar 40% lebih rendah dibanding batu bara dan 25% lebih rendah dibanding solar.

Setelah penyesuaian harga, LNG domestik untuk industri diperkirakan berada pada kisaran US$ 21–25 per MMBTU, masih lebih rendah dibanding LPG industri sekitar US$ 28,3 per MMBTU maupun solar industri yang mencapai sekitar US$ 43 per MMBTU.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×