kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   40.000   1,41%
  • USD/IDR 17.163   -11,00   -0,06%
  • IDX 7.559   -34,73   -0,46%
  • KOMPAS100 1.040   -10,36   -0,99%
  • LQ45 744   -12,17   -1,61%
  • ISSI 273   -1,59   -0,58%
  • IDX30 401   -0,83   -0,21%
  • IDXHIDIV20 487   -2,68   -0,55%
  • IDX80 116   -1,41   -1,20%
  • IDXV30 139   0,63   0,45%
  • IDXQ30 128   -0,94   -0,72%

Harga Plastik Melonjak, Industri Mulai Lirik Kemasan Berbahan Kertas


Rabu, 22 April 2026 / 05:53 WIB
Harga Plastik Melonjak, Industri Mulai Lirik Kemasan Berbahan Kertas
ILUSTRASI. Pabrik kemasan kertas PT Alkindo Naratama Tbk (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Chelsea Anastasia, Diki Mardiansyah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lonjakan harga bahan baku plastik mulai menekan berbagai sektor industri, dari makanan dan minuman hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Kenaikan ini dipicu oleh mahalnya minyak mentah, gangguan rantai pasok, serta ketidakpastian geopolitik, yang berujung pada meningkatnya biaya produksi kemasan plastik.

Tekanan tersebut mendorong pelaku usaha mencari alternatif lebih ekonomis. Salah satunya adalah kemasan berbahan kertas yang kini semakin diminati pasar.

Baca Juga: Harga Plastik Naik, Industri Mulai Adaptasi Tekanan Rantai Pasok Global

Kondisi ini dirasakan langsung oleh produsen kemasan kertas cokelat, PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO). Direktur Utama ALDO Herwanto Sutanto mengungkapkan, permintaan kemasan berbasis kertas sebagai pengganti plastik terus meningkat, terutama untuk kebutuhan kemasan makanan.

“Kenaikan harga plastik bukan satu-satunya masalah, ketersediaannya juga mulai jadi isu. Sementara itu, permintaan kertas menunjukkan tren positif,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, bahkan sebelum konflik di Timur Tengah memanas, ALDO sudah lebih dulu mendorong penggunaan kertas cokelat untuk menggantikan kemasan polystyrene atau styrofoam yang selama ini dikenal murah namun kurang ramah lingkungan.

Hasilnya, penjualan kemasan kertas perusahaan terus tumbuh. Sejak awal tahun, penjualan meningkat sekitar 20% hingga 30%. 

Jika ketegangan geopolitik berlanjut, Herwanto memperkirakan lonjakan permintaan bisa semakin tinggi dalam tiga hingga empat bulan ke depan.

Baca Juga: Industri Semen Terdampak Kenaikan Harga Plastik

Tren serupa juga dirasakan PT Payung Rejeki Indonesia, produsen kemasan kertas merek Grade. Namun, peningkatan permintaan tidak terjadi merata di semua segmen.

Marketing Manager PT Payung Rejeki Indonesia Adrian Nada mengatakan, lonjakan paling terasa datang dari segmen UMKM, khususnya pelaku usaha makanan seperti penjual gorengan dan minuman yang mulai beralih ke kemasan kertas.

“Permintaan meningkat dari pelaku UMKM yang kini banyak beralih ke kemasan kertas,” jelasnya.

Baca Juga: Inaplas Harap Tak Ada PHK Buntut Harga Plastik Melonjak

Peralihan ini menandai perubahan pola konsumsi kemasan di tengah tekanan biaya dan pasokan plastik, sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru bagi industri kemasan berbasis kertas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×