kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Penjualan AMDK Tertekan


Senin, 06 April 2026 / 17:22 WIB
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Penjualan AMDK Tertekan
ILUSTRASI. Galon Berbagai Merek Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Masih Aman Digunakan (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkumpulan Usaha Air Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) mengungkapkan bahwa penjualan Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK) mengalami dampak signifikan usai harga plastik melonjak akibat konflik geopolitik di timur tengah (timteng).

Ketua Umum AMDATARA, Karyanto Wibowo mengatakan bahwa penjualan AMDK sangat berdampak signifikan akibat lonjakan harga plastik. Sebab, barang komponen utama AMDK salah satunya adalah plastik.

"Sangat berdampak dan dampaknya langsung serta signifikan. Kemasan plastik (botol & galon) adalah komponen biaya terbesar dalam struktur produksi AMDK, bisa mencapai 60% dari total biaya produksi," ujar Karyanto kepada Kontan, Senin (6/4/2026).

Baca Juga: Pertamina Matangkan Persiapan Proyek DME, Bidik Pengurangan Impor LPG

Karyanto menjelaskan bahwa dengan adanya kenaikan harga plastik ini akan menyebabkan penjualan AMDK juga ikut naik. Sebab, pilihan produsen yakni menaikkan harga penjualan atau memangkas margin produksi.

"Kenaikan bahan baku plastik sudah tembus 25–50%, bahkan hingga 100% di beberapa jenis material dalam waktu singkat akan memaksa produsen menaikkan harga jual atau memangkas margin," kata Karyanto.

Dengan begitu, penjualan berpotensi melambat karena konsumen semakin sensitif harga.

"UMKM AMDK yang likuiditasnya terbatas paling terpukul; stok bahan baku habis, dan terpaksa naik harga," tandasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor plastik dan barang dari plastik (HS 39) Indonesia mencapai US$ 873,2 juta atau setara Rp 14,78 triliun pada Februari 2026.

China menjadi pemasok terbesar dengan nilai US$ 380,1 juta, diikuti Thailand sebesar US$ 82,7 juta dan Korea Selatan US$ 66,7 juta. Impor juga berasal dari Amerika Serikat senilai US$ 29,9 juta dan Arab Saudi sebesar US$ 14,9 juta.

Selain itu, pasokan plastik turut berasal dari Vietnam, Jepang, Singapura, Malaysia, dan Taiwan.

Baca Juga: Harga Avtur Naik Signifikan, Bahlil Bilang Begini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×