kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

Harga udang anjlok, petambak udang Lampung demo


Rabu, 18 Juni 2014 / 17:11 WIB
ILUSTRASI. Yellen memperingatkan bahwa AS dapat memacu krisis keuangan global jika tidak menaikkan batas utang US$ 31,4 triliun. Made Nagi/Pool via REUTERS


Reporter: Handoyo | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Petambak udang Bumi Dipasena Lampung melakukan aksi unjuk rasa di depan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Jakarta. Hal ini dilakukan lantaran harga udang ditingkat petambak saat ini anjlok hingga Rp 50.000 per kilogram (kg), padahal sebelumnya mencapai Rp 80.000 per kg.

Penurunan harga udang di tingkat petambak tersebut tidak sebanding dengan harga pakan dan benur atau benih udang yang harus dibeli petambak. Oleh sebab itu, petambak sendiri menuntut KKP untuk berperan aktif dalam mendorong stabilitas usaha budidaya udang di Indonesia.

Eko Wahono Koordinator Biro Budidaya Perhimpunan Petambak Plasma Udang Windu (P3UW) Bumi Dipasena mengatakan, pihaknya saat ini terpaksa harus tetap melakukan budidaya karena petambak di daerah Bumi Dipasena hanya dapat menggantungkan hidup dari budidaya udang. "Ada keuntungan, namun sangat kecil besarannya," kata Eko, Rabu (18/6).

Rendahnya harga udang di tingkat petambak juga disebabkan oleh panjangnya rantai penjualan. Petambak udang Bumi Dipasena tidak bisa langsung menembus penjualan ke pabrik tetapi harus melalui pihak ke tiga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×