Reporter: Zendy Pradana | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) atau MR.D.I.Y. Indonesia meluncurkan fasilitas Waste Station di area MRT Blok M sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Bumi 2026.
Mengacu pada data Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), hingga akhir 2025 volume sampah yang belum terkelola di Indonesia mencapai 109.092 ton per hari.
Khusus di Jakarta, produksi sampah harian berkisar antara 7.100 hingga 8.000 ton.
Baca Juga: Pemerintah Matangkan Skema Rusun untuk Kelas Menengah Tanggung
Sejalan dengan fokus pemerintah dalam pengelolaan sampah, kehadiran Waste Station di ruang publik dinilai semakin relevan dan mendesak, terutama di kawasan dengan mobilitas tinggi.
Chief Financial Officer MR.D.I.Y. Indonesia Rika Juniaty Tanzil menjelaskan bahwa peluncuran Waste Station merupakan bagian dari inisiatif berkelanjutan perusahaan dalam membangun ekosistem pengelolaan sampah yang terukur.
“Waste Station ini merupakan langkah lanjutan setelah kehadiran Recycle Dropbox yang kini telah tersedia di 52 toko di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Kami ingin memudahkan masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah secara bertanggung jawab, khususnya di titik publik seperti MRT Blok M,” ujar Rika di Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026).
Ia menambahkan, Waste Station dirancang dengan pendekatan yang menggabungkan infrastruktur, teknologi, dan unsur seni, sehingga tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pengelolaan sampah, tetapi juga menjadi medium edukasi di ruang publik.
Baca Juga: XLSmart (EXCL) Bidik Spektrum 700 MHz & 2,6 GHz, Siap Dongkrak Kinerja dan 5G
“Waste Station ini bukan hanya solusi pengelolaan sampah, tetapi juga representasi nilai keberlanjutan yang kami hadirkan secara visual di ruang publik,” tambahnya.
Sementara itu, Chief Operating Officer sekaligus Co-Founder Rekosistem Joshua Valentino menilai, lokasi Waste Station di pusat aktivitas kota menjadi langkah strategis untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat.
“Dengan sistem terintegrasi dan insentif yang relevan, kami ingin menunjukkan bahwa memilah sampah dari rumah bisa menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan beban,” jelas Joshua.
Ke depan, inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi volume sampah nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













