kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Himki: Subsidi SVLK sebaiknya difokuskan ke sektor hulu


Kamis, 12 Juli 2018 / 23:15 WIB
Himki: Subsidi SVLK sebaiknya difokuskan ke sektor hulu
ILUSTRASI. Aktifitas Pekera di Rumah Pemotongan Kayu


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah berencana akan memberi insentif UKM pada bidang funiture dari sisi Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu (SVLK) yang akan disubsidi oleh pemerintah. Pengusaha mebel berharap ini bisa menjadi momentum untuk menerapkan regulasi sertifikasi tersebut murni pada sektor hulu saja.

Sekretaris Jenderal Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Himki) Abdul Sobur menjelaskan bahwa penerapan SVLK pada sektor hulu hingga hilir sesungguhnya tidak efisien. Pasalnya, cukup dengan fokus pada sektor hulu maka otomatis produk yang dihasilkan hilir akan sesuai dengan amandemen anti pembalakan ilegal.

"Kalau kita berpikir hilir harus disertifikasi artinya kita meragukan yang di hulu. Kenapa solusinya di subsidi, justru harusnya SVLK hilir langsung saja yang dihilangkan," katanya saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (12/7).

Apalagi pembeli di Eropa tidak pernah meminta SVLK kepada produsen furnitur Indonesia. Abdul melanjutkan, akan lain ceritanya bila pasar internasional menerapkan kekhususan pada produk kayu harus memiliki SVLK, maka jelas Indonesia baru akan mengungguli China dan Vietnam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×