kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -8.000   -0,30%
  • USD/IDR 18.113   83,00   0,46%
  • IDX 5.886   12,32   0,21%
  • KOMPAS100 765   1,79   0,23%
  • LQ45 583   0,61   0,10%
  • ISSI 203   0,65   0,32%
  • IDX30 330   -0,34   -0,10%
  • IDXHIDIV20 408   -2,34   -0,57%
  • IDX80 87   0,32   0,37%
  • IDXV30 111   -0,29   -0,26%
  • IDXQ30 106   -0,57   -0,53%

Hingga pertengahan Mei, Bulog serap 320.000 ton gabah


Minggu, 17 Mei 2020 / 13:28 WIB
ILUSTRASI. Petani merontokan padi saat panen raya di Kampung Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejak Januari hingga 16 Mei 2020, Perum Bulog telah menyerap gabah/beras sebanyak 320.000 ton dari target serapan tahun ini sebanyak 1,4 juta ton.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh menerangkan, hingga Juni 2020, Perum Bulog menargetkan akan bisa menyerap gabah setara beras sebesar 600.000 ton-650.000 ton. Untuk bisa mencapai target tersebut, Bulog sudah melakukan kontrak penyerapan beras dengan berbagai mitra di berbagai wilayah.

"Jadi di beberapa daerah yang sudah panen, di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, NTB, Lampung, Jawa Bagian Selatan, kami sudah kontrak beberapa mitra kerja baik mitra besar termasuk kelompok tani, gapoktan. Harapannya, kita bisa memaksimalkan serapan sampai akhir Juni 650.000 ton," ujar Tri kepada Kontan.co.id, Minggu (17/5).

Baca Juga: Begini strategi Bulog tekan harga gula kembali ke Rp 12.500 per kg di pedagang

Tak hanya mengandalkan serapan dari mitra, Bulog mengatakan Satgas Bulog tetap turun ke lapangan untuk mencari gabah/beras di berbagai daerah. "Jadi ini untuk back up. kalau mitra gagal atau kurang, kita punya kontrak lain yang non mitra, yang dari satgas," kata Tri.

Tri optimistis Bulog bisa menyerap gabah/beras sesuai dengan target yang ditetapkan hingga Juni. Pasalnya, hingga saat ini Bulog masih bisa menyerap 10.000 ton-15.000 ton gabah setara beras per harinya. Apalagi, panen tahap pertama ini diperkirakan masih akan berlangsung sampai Juni.

Meski begitu, Tri tak menampik adanya beberapa kendala yang dihadapi Bulog dalam menyerap gabah/beras. Kendala pertama berkaitan dengan harga beras yang masih tinggi dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP).




TERBARU

[X]
×