kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Holding perkebunan PTPN III bangun lima pabrik gula sampai tahun 2023


Selasa, 05 Juni 2018 / 14:05 WIB
ILUSTRASI. PABRIK GULA PANJI


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Holding perkebunan negara PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III berencana membangun lima pabrik gula baru. Tujuannya, untuk mencapai target harga pokok produksi gula Rp 7.500 per kilogram sesuai roadmap yang diberikan oleh pemerintah.

"Kita akan ada lima pabrik gula baru, di Comal Jawa Tengah, Nageya Sulawesi Tenggara, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur dan PT RNI akan membangun satu di Lampung, " jelas Executive Vice President PTPN III Aris Toharisman, Selasa (6/6).

Adapun pembangunan pabrik gula ini merupakan bagian dari upaya revitalisasi sektor gula PTPN yang memiliki total anggaran sebesar Rp 23 triliun untuk dikerjakan hingga tahun 2023. Aris menjelaskan, khusus untuk revitalisasi pabrik dianggarkan akan menghabiskan hingga Rp 12 triliun. Artinya untuk pembagunan pabrik gula bakal diberi porsi hingga Rp 11 triliun.

Pabrik gula yang baru akan memiliki kemampuan kapasitas produksi 4.000 ton cane per day (tcd) hingga 6.000 tcd. Untuk pembangunan pabrik dengan kapasitas 6.000 tcd diperkirakan memakan biaya Rp 1,2 triliun - Rp 2 triliun.

Untuk saat ini yang paling dekat meluncur adalah pabrik gula di Comal, Jawa Tengah. Pengerjaannya sudah menyelesaikan tahap studi visibilitas dan sekarang menunggu izin untuk mengubah kapasitas produksi dari 8.000 tcd menjadi 6.000 tcd. Alasan penurunan ini karena menimbang ketersediaan lahan sekitar.

"Tebu rakyat sedang agak cenderung turun, tapi ini expendable, kalau sudah baik lagi maka akan kita naikkan," jelas Aris. Targetnya pada tahun 2022, pabrik-pabrik baru tersebut sudah beroperasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×