kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Hyundai Dukung Usulan Gaikindo, Insentif Mobil ICE hingga EV Diperluas


Rabu, 01 Juli 2026 / 17:09 WIB
Hyundai Dukung Usulan Gaikindo, Insentif Mobil ICE hingga EV Diperluas
ILUSTRASI. Hyundai di World Cup 2026 (DOK/HYUNDAI)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) sepakati usulan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang meminta pemerintah memperluas insentif otomotif tidak hanya untuk kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV), tetapi juga mobil bermesin konvensional, hybrid, hingga plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).

Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, kebijakan yang mampu mendorong daya beli masyarakat dan memperkuat permintaan pasar akan memberikan dampak positif bagi industri otomotif nasional.

"Hyundai menyambut baik berbagai masukan yang bertujuan mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional, termasuk usulan perluasan insentif yang disampaikan oleh Gaikindo," ujar Fransiscus kepada Kontan, Rabu (1/7/2026).

Baca Juga: CORE Wanti-wanti PHK Jadi Sinyal Pelemahan Manufaktur Tak Lagi Sementara

Menurutnya, kebijakan yang dapat mendorong daya beli masyarakat, memperkuat permintaan pasar, serta mendukung transisi menuju mobilitas berkelanjutan akan memberikan manfaat bagi industri secara keseluruhan.

Dari sisi bentuk insentif, Hyundai menilai dukungan fiskal yang langsung dirasakan konsumen menjadi salah satu kebutuhan utama untuk menjaga momentum pasar.

Fransiscus mencontohkan, keringanan pajak maupun relaksasi biaya kepemilikan kendaraan dapat membantu meningkatkan minat masyarakat untuk membeli kendaraan baru.

Selain itu, ia juga menilai dukungan nonfiskal tidak kalah penting, seperti kemudahan pembiayaan, penguatan infrastruktur pendukung, hingga berbagai program yang dapat meningkatkan kepercayaan dan minat konsumen terhadap pasar otomotif.

"Adapun dampaknya terhadap penjualan akan bergantung pada bentuk, cakupan, dan mekanisme implementasi kebijakan tersebut," katanya.

Sebelumnya, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengusulkan agar pemerintah memperluas pemberian insentif bagi seluruh jenis kendaraan, mulai dari internal combustion engine (ICE), hybrid electric vehicle (HEV), plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), hingga battery electric vehicle (BEV).

Ketua Bidang Pengembangan Pasar Gaikindo Jongkie Sugiarto mengatakan usulan tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Perindustrian. Menurutnya, seluruh segmen kendaraan perlu memperoleh dukungan agar pasar otomotif tetap tumbuh sekaligus menjaga iklim investasi.

"Beberapa perusahaan otomotif dari Tiongkok juga mengharapkan dukungan yang sama dari pemerintah untuk menjalankan rencana investasi jangka panjang di Indonesia," ujar Jongkie dalam keterangan resminya.

Baca Juga: PMI Manufaktur Tertekan, Kadin Sebut Pemerintah Perkuat Permintaan dan Turunkan Biaya

Gaikindo menilai berbagai kebijakan pemerintah, seperti insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), fasilitas User Specific Duty-Free Scheme (USDFS), serta program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV), telah membantu menjaga daya saing industri otomotif nasional.

Ketua Harian Gaikindo Anton Kumonty menambahkan, kepastian kebijakan menjadi faktor penting untuk menjaga minat investasi di sektor otomotif.

Berdasarkan data Gaikindo, dari 74 perusahaan yang memanfaatkan fasilitas USDFS hingga Desember 2025, sebanyak 57 perusahaan berasal dari sektor otomotif. Skema tersebut memberikan pembebasan bea masuk atas impor bahan baku dan komponen yang belum diproduksi di dalam negeri sehingga meningkatkan efisiensi produksi.

Di sisi lain, Gaikindo juga menilai Indonesia masih menjadi tujuan investasi yang menarik, baik bagi produsen otomotif asal Jepang maupun Tiongkok. Karena itu, asosiasi berharap pemerintah dapat menjaga konsistensi kebijakan agar daya saing industri otomotif nasional tetap terpelihara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×