kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.968.000   52.000   1,78%
  • USD/IDR 16.734   -57,00   -0,34%
  • IDX 8.321   -659,67   -7,35%
  • KOMPAS100 1.149   -90,86   -7,33%
  • LQ45 813   -63,58   -7,26%
  • ISSI 305   -25,64   -7,75%
  • IDX30 418   -26,36   -5,93%
  • IDXHIDIV20 493   -25,93   -4,99%
  • IDX80 127   -10,53   -7,65%
  • IDXV30 138   -5,68   -3,95%
  • IDXQ30 134   -8,31   -5,83%

Jaecoo Atur Strategi untuk Mengantisipasi Pencabutan Insentif Mobil Listrik


Rabu, 28 Januari 2026 / 14:54 WIB
Jaecoo Atur Strategi untuk Mengantisipasi Pencabutan Insentif Mobil Listrik
ILUSTRASI. Jaecoo siapkan sejumlah taktik untuk jaga kinerja penjualan pasca pencabutan insentif mobil listrik. (KONTAN/Hendra Suhara)


Reporter: Rilanda Virasma | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Produsen kendaraan listrik Jasal China Jaecoo siapkan sejumlah taktik untuk jaga kinerja penjualan pasca pencabutan insentif mobil listrik. Salah satunya melalui peluncuran program Price Lock Insurance untuk model Jaecoo J5 EV.

Mohamad Ilham Pratama, Head of Marketing Jaecoo Indonesia  mengatakan pihaknya akan mengikuti seluruh kebijakan dan regulasi pemerintah yang berlaku, termasuk terkait insentif kendaraan listrik. 

Saat ini, perusahaan masih menunggu kepastian resmi dari pemerintah mengenai kelanjutan insentif tersebut.

Untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga apabila insentif dicabut, Jaecoo memperkenalkan program Price Lock Insurance pada pekan lalu. 

Baca Juga: Penjualan Mobil Listrik November 2025 Turun Tipis, Jaecoo J5 EV Tembus Papan Atas

Lewat program ini, konsumen cukup membeli asuransi senilai Rp 8 juta untuk mendapatkan jaminan harga Jaecoo J5 EV tetap di level Rp 299,9 juta. Skema ini juga melindungi konsumen dari kemungkinan kenaikan harga akibat pengenaan PPN 10%.

“Program ini kami harapkan dapat memberikan rasa aman bagi konsumen yang sudah melakukan SPK sebelumnya, sambil tetap memaksimalkan kapasitas produksi dan pengiriman. ,” ujar Ilham kepada Kontan, Selasa (27/1/2026).

Saat ini, lanjut Ilham, Jaecoo telah melakukan serah terima sekitar 3.000 unit J5 EV. Hingga menjelang Lebaran 2026, perusahaan menargetkan total pengiriman bisa capai 12.000 unit.

Terkait prospek penjualan setelah insentif berakhir, Jaecoo menilai minat konsumen terhadap kendaraan listrik masih akan tetap terjaga. 

Baca Juga: Capai 43.481 unit, Omada & Jaecoo Pecahkan Rekor Penjualan Global selama November

Menurut Jaecoo, daya tarik EV saat ini tak lagi semata-mata didorong oleh efisiensi biaya atau insentif pemerintah, melainkan telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup dan pilihan mobilitas modern.

“Kami memproyeksikan penjualan mobil Jaecoo, terutama J5 EV akan tetap positif walaupun insentif mobil listrik dicabut, terlebih dengan didukung program Price Lock Insurance,” imbuh Ilham.

Terkait daya saing harga, Jaecoo yakin kompetitivitas mobil listrik tidak hanya ditentukan oleh insentif. Nilai tambah yang ditawarkan, mulai dari desain, teknologi, kualitas, kenyamanan, hingga fitur kendaraan, menjadi faktor utama dalam menarik minat konsumen.

“Kami berharap Price Lock Insurance dapat memberikan rasa aman, kejelasan, dan kepercayaan bagi konsumen dalam mengambil keputusan memiliki kendaraan listrik Jaecoo, sekaligus menjadi solusi konkret di tengah ketidakpastian kebijakan yang ada,” pungkas Ilham.

Selanjutnya: Naik Hingga Rp 1,7 Juta, Harga Mobil LCGC Januari 2026 Termurah Rp 140 Juta

Menarik Dibaca: Pecah Rekor Baru, Harga Emas Hari Ini Tembus ke atas US$ 5.200

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×