kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.504.000   16.000   0,64%
  • USD/IDR 16.740   33,00   0,20%
  • IDX 8.748   101,19   1,17%
  • KOMPAS100 1.205   11,60   0,97%
  • LQ45 852   5,43   0,64%
  • ISSI 315   6,02   1,95%
  • IDX30 439   1,60   0,37%
  • IDXHIDIV20 511   1,24   0,24%
  • IDX80 134   1,29   0,97%
  • IDXV30 140   1,02   0,73%
  • IDXQ30 140   0,22   0,15%

Penghentian Insentif Mobil Listrik Dinilai Berisiko Tekan Transisi Energi


Jumat, 02 Januari 2026 / 22:31 WIB
Penghentian Insentif Mobil Listrik Dinilai Berisiko Tekan Transisi Energi
ILUSTRASI. Ilustrasi penawaran mobil listrik baru ajang GIIAS 2025 (KONTAN/Muradi)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Rencana pemerintah untuk menghentikan insentif kendaraan listrik pada 2026 mendapat sorotan. Sejumlah menilai kebijakan tersebut berpotensi berdampak luas, tidak hanya pada minat konsumen, tetapi juga pada agenda transisi energi, lingkungan, dan keberlanjutan industri otomotif nasional.

Di sisi pemerintah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan belum menerima dan membaca surat usulan insentif pajak industri otomotif 2026 yang diajukan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Menurut Purbaya, pembahasan baru akan dilakukan setelah dokumen resmi diterima.

“Suratnya mungkin belum sampai ke saya. Saya belum baca dan belum tahu isinya. Nanti akan kami diskusikan,” ujar Purbaya saat ditemui di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, seperti dikutip dari Kompas.com, Jumat (2/1/2026).

Baca Juga: Insentif Mobil Listrik CBU Berakhir 2026, Begini Kata GAC AION

Sebelumnya, Menteri Perindustrian menyampaikan bahwa usulan insentif fiskal sektor otomotif, termasuk kendaraan listrik, telah dikirimkan ke Kementerian Keuangan. 

Usulan tersebut disebut lebih spesifik dibandingkan kebijakan serupa pada masa pandemi Covid-19, dengan pendekatan berbasis segmentasi kendaraan, teknologi, serta tingkat kandungan dalam negeri.

Menanggapi wacana penghentian insentif, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menilai kebijakan tersebut kurang tepat jika dilihat dari perspektif jangka panjang. 

Ia menekankan bahwa nilai insentif yang dikeluarkan negara relatif kecil dibandingkan biaya ekonomi akibat kerusakan lingkungan dan dampak kesehatan dari emisi transportasi.

Baca Juga: Insentif Mobil Listrik Disetop 2026, Cek Harga BYD Atto Dolphin M6 Denza Sebelum Naik

Fabby mengingatkan, dominasi kendaraan berbahan bakar fosil akan meningkatkan beban pemulihan ekologi di masa depan. Menurutnya, pendekatan fiskal yang terlalu menekankan penghematan anggaran berisiko mengabaikan tantangan krisis iklim yang kian nyata.

Ia juga menilai pencabutan insentif PPN 10 persen berpotensi mendorong lonjakan harga kendaraan listrik, yang pada akhirnya menekan minat masyarakat untuk beralih dari kendaraan konvensional. 

Berdasarkan catatan IESR, satu unit mobil listrik dengan jarak tempuh sekitar 20.000 kilometer per tahun dapat mengurangi impor bahan bakar minyak hingga 1.320 liter.

Baca Juga: Menko Ekonomi: Tidak Ada Insentif Mobil Listrik Lagi di 2026

Selain aspek lingkungan dan energi, Fabby menyoroti dampak kebijakan tersebut terhadap iklim investasi. Industri baterai nasional, yang diproyeksikan menyerap investasi hingga Rp544 triliun sampai 2060, dinilai membutuhkan kepastian kebijakan. Sejumlah produsen saat ini masih berada dalam tahap pembangunan fasilitas produksi.

Menurut Fabby, keberlanjutan insentif diperlukan untuk menjaga momentum transisi energi, memperkuat daya saing industri kendaraan listrik, sekaligus melindungi kepentingan publik atas kualitas udara yang lebih baik.

Selanjutnya: Presiden China Xi Jinping Akan Menjamu Presiden Korea Selatan Mulai Minggu (4/1/2026)

Menarik Dibaca: Jadwal KRL Solo–Jogja untuk 3-4 Januari 2026, Ini Akhir Jam Tambahannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×